AswajaNews – Tradisi bersih desa kembali digelar di sejumlah wilayah di Ponorogo pada Jumat, (8/5/2026). Berbagai kegiatan budaya dan keagamaan dilaksanakan oleh masyarakat sebagai bentuk syukur sekaligus upaya melestarikan tradisi leluhur.
Rangkaian acara tersebut tersebar di beberapa desa dengan beragam kegiatan, mulai dari pagelaran wayang kulit, pertunjukan seni tradisional, hingga pengajian umum yang melibatkan masyarakat luas.
Wayang Kulit di Desa Kupuk, Bungkal
Di Desa Kupuk, Kecamatan Bungkal, masyarakat menggelar pagelaran wayang kulit di Lapangan Desa Kupuk. Pagelaran ini menampilkan dalang Ki KRT Purbo Sasongko, S.E., bersama pelawak Gareng Tralala Sulis Eva.
Lakon yang dibawakan adalah “Anoman Maneges”, sebuah kisah dalam dunia pewayangan yang menceritakan keteguhan dan keberanian Hanuman atau Anoman dalam menjalankan tugas kebenaran.
Dalam cerita tersebut, Anoman digambarkan sebagai sosok ksatria yang tegas, jujur, dan tidak mudah tergoda oleh kekuasaan maupun tipu daya. Makna yang terkandung dalam lakon ini adalah pentingnya keberanian dalam menegakkan kebenaran serta kesetiaan dalam menjalankan amanah.
Wayang Kulit di Desa Maguwan, Pulung
Sementara itu, di Desa Maguwan, Kecamatan Pulung, masyarakat juga menggelar pagelaran wayang kulit yang akan berlangsung malam hari pukul 20.00 WIB di halaman Balai Desa Maguwan.
Pagelaran ini menampilkan dalang Ki Anom Dwi Jo Kangko, dengan bintang tamu Gareng Wonosobo serta sinden Tatin.
Lakon yang diangkat adalah “Wahyu Tohjali”. Dalam dunia pewayangan, kisah wahyu biasanya menggambarkan turunnya anugerah kepemimpinan atau keberkahan kepada seseorang yang memiliki ketulusan, kesabaran, dan keluhuran budi.
Cerita ini mengandung pesan bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya ditentukan oleh kekuatan, tetapi oleh kebijaksanaan, kejujuran, serta kemampuan menjaga amanah untuk kesejahteraan masyarakat.
Pagelaran Seni Gajah-Gajahan
Masih di Desa Maguwan, pada siang hari pukul 13.00 WIB juga digelar pagelaran seni Gajah-Gajahan di Lapangan Desa Maguwan oleh grup seni Hesty Budoyo Mojomati.
Seni Gajah-Gajahan merupakan kesenian tradisional yang memadukan unsur tari, musik, dan arak-arakan dengan ikon gajah sebagai simbol kekuatan dan kemakmuran. Pertunjukan ini biasanya menjadi bagian dari tradisi bersih desa sebagai bentuk doa dan harapan agar desa diberi keselamatan serta rezeki yang melimpah.
Pengajian Umum di Desa Sahang, Ngebel
Selain pertunjukan seni budaya, kegiatan bersih desa juga diisi dengan kegiatan keagamaan. Di Desa Sahang, Kecamatan Ngebel, digelar pengajian umum yang menghadirkan Ust. Kelik Gunawan Pribadi, S.Pd.I., M.Pd.I., pengasuh Pondok Pesantren Darul Quran Sukoharjo, Jawa Tengah.
Pengajian tersebut berlangsung di Lapangan Krida Taruna dan diiringi oleh majelis sholawat se-Desa Sahang, yang turut menambah suasana religius dalam rangkaian acara bersih desa.
Wujud Syukur dan Pelestarian Tradisi
Rangkaian kegiatan bersih desa ini menjadi wujud syukur masyarakat atas nikmat dan hasil yang telah diperoleh selama setahun terakhir. Selain itu, tradisi ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan warga sekaligus melestarikan budaya lokal yang telah diwariskan turun-temurun.
Dengan perpaduan kegiatan budaya dan keagamaan, masyarakat berharap desa senantiasa diberi keselamatan, keberkahan, dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari.
Hari Ini Sejumlah Desa di Ponorogo Gelar Bersih Desa, Ada Wayang Kulit hingga Pengajian Umum





