AswajaNews – Publik tengah dihebohkan dengan viralnya struk pembelian BBM jenis Pertalite yang menampilkan harga tanpa subsidi pemerintah. Struk tersebut disebut berasal dari salah satu SPBU di ruas Tol Jakarta–Merak dan ramai dibahas di media sosial.
Video yang memperlihatkan struk itu pertama kali diunggah akun TikTok @IQwarga. Dalam rekaman tersebut, terlihat harga Pertalite tanpa subsidi disebut mencapai Rp16.088 per liter.
Sementara harga jual yang dibayar masyarakat saat ini berada di angka Rp10.000 per liter. Selisih harga tersebut disebut sebagai subsidi yang diberikan pemerintah untuk BBM jenis Pertalite.
Viralnya informasi tersebut memicu berbagai reaksi dari netizen. Banyak pengguna media sosial mempertanyakan alasan Pertalite tanpa subsidi justru disebut lebih mahal dibandingkan Pertamax yang selama ini dikenal sebagai BBM dengan kualitas lebih tinggi.
Dalam video tersebut, perekam juga mempertanyakan kebijakan subsidi pemerintah terhadap Pertalite. Ia menilai kondisi tersebut menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat terkait perbedaan harga dan kualitas bahan bakar.
Komentar warganet pun bermunculan di media sosial. Sebagian netizen menilai informasi tersebut terasa janggal karena Pertamax yang tidak disubsidi memiliki harga jual lebih rendah dibandingkan harga dasar Pertalite yang disebut dalam struk.
Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi terkait rincian perhitungan harga dasar BBM yang viral tersebut. Perbedaan harga BBM sendiri umumnya dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari harga minyak dunia, biaya distribusi, nilai tukar, hingga formula subsidi energi pemerintah.
Video viral tersebut diunggah pada 6 Mei 2026 dan telah menarik perhatian ribuan pengguna media sosial. Jumlah tayangan, komentar, dan interaksi terus bertambah sejak pertama kali beredar.
Perdebatan mengenai subsidi BBM pun kembali menjadi sorotan publik. Banyak masyarakat berharap pemerintah maupun pihak terkait dapat memberikan penjelasan resmi agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.***





