Ambal Warsa Pasar Desa – Satu Abad Pasar Desa Carangrejo, April 1926-April 2026

AswajaNews – Pasar desa telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia selama berabad-abad lamanya. Sebagai salah satu sentral tempat transaksi ekonomi, pasar desa memiliki peran penting dalam menjaga dinamika sosial dan ekonomi.

Pasar desa pada masa kolonial Belanda berperan sebagai pusat ekonomi lokal yang menghubungkan hasil bumi pedesaan dengan kebutuhan kota, serta menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Fungsinya meliputi tempat transaksi jual beli, pusat distribusi barang, serta wadah interaksi sosial-budaya warga desa.

Di Kabupaten Ponorogo pada masa kolonial Belanda, tidak setiap desa memiliki pasar desa. Data tahun 1929, dari 303 desa di kabupaten Ponorogo hanya ada 39 desa (13%) yang memiliki pasar desa. Di antaranya adalah Pasar Desa Carangrejo, Menang, Kauman dan Mangkujayan. Pasar-pasar tersebut beroperasi di hari pasaran tertentu yang berjumlah 5 dalam sepekan. Yakni Legi, Pahing, Pon, Wage dan Kliwon. Hari pasaran ini adalah warisan kebudayaan Indonesia asli.

Merujuk Regentschapsverslagen Behoorende Bij Het Eindverslag Over Het Desa-Autonomie Onderzoek (1929), Pasar Desa Carangrejo didirikan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda pada bulan April 1926. Tanggal pendiriannya memang tidak disebutkan. Namun, kita dapat memperkirakan tanggalnya berdasarkan pola hari pasaran (Legi dan Wage) dan tradisi selamatan tiap Jumat Legi yang terus berlangsung hingga saat ini. Hari Jumat Legi pada bulan April 1926 jatuh pada tanggal 9. Patut diduga tanggal 9 April 1926 merupakan hari jadi Pasar Desa Carangrejo.

Pada tahun 1929 pendapatan bruto Pasar Desa Carangrejo berjumlah ƒ 382 (gulden) dan biaya administrasinya berjumlah ƒ 144, atau dengan kata lain 30% dari pendapatan pasar desa Carangrejo dipergunakan untuk biaya administrasi (operasional). Pengelolaan pasar desa di Kabupaten Ponorogo kala itu, dipantau secara teratur oleh pejabat administrasi pemerintah kolonial Belanda. Pendapatan setiap hari pasaran disetorkan ke Bekel. Bekel mencatatnya ke Buku Kas dan menginvestasikan pendapatan tersebut ke Bank Cabang setiap akhir Bulan, sedangkan Buku rekening giro disimpan di desa.

Pada tahun 2026 ini pasar desa Carangrejo yang berlokasi di Dukuh Plebon telah menginjak 1 abad perjalanannya. 100 tahun berlalu mewarnai geliat sendi perekonomian desa, sejak masa kolonial hingga era kemerdekaan. Peran dan fungsinya sebagai pasar desa terus bertahan dan diharapkan tak lekang oleh waktu.*** (Mukhlis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penguatan IHSG Menduduki Rekor Tertinggi Simak Beberapa Peran Penting Danantara

SITUS GACOR

slot88

rokokbet

situs gacor

slot88

rokokbet

SLOT88

slot gacor hari ini

Slot Gacor

LINK GACOR

Slot Resmi

SLOT88

SLOT88

SITUS GACOR

Slot Dana

https://bsj.uowasit.edu.iq/

Situs Toto

SITUS TOTO

Situs Toto

Situs Toto

TOTO 4D

TOTO 4D

Slot Dana

Slot Gacor

https://apcoreonlinejournal.org/

Slot Resmi

FOR4D