Aswajanews – Nuansa spiritualitas yang kental menyelimuti Mushola Al Falah, Karanglo Lor, pada Rabu malam (15/04).
Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Karanglo Lor menggelar perhelatan akbar bertajuk; Istighosah Rutin dan Pengajian Halal Bihalal 1447 H.
Acara ini menjadi momentum penguatan sanad keilmuan sekaligus ajang mempererat tali persaudaraan antar-nahdliyin di wilayah tersebut.
Rangkaian Amaliah yang Khidmat
Acara dibuka dengan penuh wibawa oleh Bapak KH Sujono, Ketua Tanfidziyah PRNU Karanglo Lor, yang bertindak sebagai pemandu acara (MC). Memasuki prosesi inti, suasana berubah hening dan syahdu saat lantunan zikir istighosah bergema, dipimpin langsung oleh KH Muhroji selaku Rais Syuriah PRNU Karanglo Lor.
Rangkaian doa ini kemudian dipuncaki dengan pembacaan doa barokah oleh KH Mulyadi (Katib Syuriah).
Laporan panitia dan sambutan hangat disampaikan oleh Bapak K. Karman, perwakilan takmir Mushola Al Falah, yang menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya mushola tersebut sebagai tuan rumah.

Senada dengan hal itu, Kepala Desa Karanglo Lor, Bapak Samuri, dalam sambutannya mengapresiasi peran aktif NU dalam menjaga kondusivitas serta kerukunan warga di tingkat desa. sekaligus mengingatkan bahwa bulan depan akan ada rangkaian acara bersih desa dengan kegiatan; istighosah, wayangan, dan pengajian umum.
Kehadiran Para Ulama dan Tokoh Masyarakat
Majelis ini dihadiri kurang lebih terdiri 150 tokoh, yang terdiri dari jajaran kiai sepuh, asatidz, serta seluruh imam masjid dan mushola se-Desa Karanglo Lor.
Kehadiran para pejuang pilar agama ini menambah kekhidmatan acara yang berlangsung bakda Isya tersebut.
Mauidhoh Hasanah: Menjaga Istiqomah di Bulan Syawal
Puncak acara diisi dengan Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh Romo KH. Hasyim Asy’ari, S.Pd.I. dari Parang Menang Ponorogo. Dalam ceramahnya yang santun dan menyejukkan, beliau menekankan beberapa poin esensi bagi umat:
Iman dan Mujahadah:
Pentingnya mengasah iman melalui mujahadah dan istighosah sebagai benteng spiritual di tengah tantangan zaman.

Spirit Ramadhan & Syawal:
Membawa keberkahan bulan suci ke dalam bulan Syawal melalui tradisi Halal Bihalal untuk saling memaafkan.
Kualitas Ibadah:
Beliau mengingatkan jamaah untuk senantiasa menjaga tumakninah (ketenangan) dalam sholat serta menjaga keistiqomahan dalam menjalankan ibadah wajib maupun sunnah.
Tawadhu kepada Ulama:
Pesan pamungkas beliau adalah agar jamaah selalu mengikuti arahan para kiai demi keselamatan dunia dan akhirat.
Acara ditutup dengan mushafahah (bersalam-salaman) sebagai simbol luruhnya khilaf dan kembalinya fitrah di bulan yang suci ini.
Semoga keberkahan istighosah ini membawa kedamaian bagi seluruh warga Karanglo Lor. (arw)





