AswajaNews – Harga cabai rawit merah di Ponorogo tercatat mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut berdasarkan pantauan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo). Meski turun cukup tajam, harga komoditas tersebut masih berada di bawah rata-rata harga cabai rawit merah di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Berdasarkan data pantauan harga di Ponorogo, pada 14 Maret 2026 harga cabai rawit merah turun dari Rp89.500 menjadi Rp81.500 per kilogram. Penurunan kembali terjadi pada 15 Maret 2026 dengan selisih yang cukup signifikan.
Data Siskaperbapo mencatat pada 15 Maret 2026 harga cabai rawit merah di Ponorogo kembali turun dari Rp81.500 menjadi Rp70.000 per kilogram, atau berkurang sekitar Rp11.500 (14,11 persen).
Meski mengalami penurunan cukup tajam, harga tersebut masih tergolong stabil jika dibandingkan dengan rata-rata harga cabai rawit merah di Jawa Timur. Berdasarkan data Siskaperbapo Jawa Timur, rata-rata harga cabai rawit merah di provinsi tersebut pada 15 Maret 2026 berada di angka Rp80.091 per kilogram, sedangkan pada 14 Maret 2026 tercatat Rp82.049 per kilogram.
Dengan demikian, harga cabai rawit merah di Ponorogo masih berada di bawah rata-rata harga provinsi sehingga belum menimbulkan tekanan harga yang berarti di pasar daerah.
Fluktuasi harga cabai sendiri kerap terjadi karena komoditas hortikultura ini sangat dipengaruhi oleh faktor pasokan, kondisi cuaca, serta kelancaran distribusi dari daerah sentra produksi.
Karena itu, pemantauan harga secara berkala melalui sistem Siskaperbapo menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama selama periode Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
Dua Hari Turun, Harga Cabai Rawit Merah di Ponorogo Berada di Bawah Rata-Rata Jawa Timur





