Aswajanews – Dalam suasana takzim di bulan suci Ramadan, sebuah langkah strategis untuk kemajuan pendidikan madrasah di bawah naungan Nahdlatul Ulama resmi diambil. Bertempat di kediaman Romo Kiai Abdur Rokhim, Jurang Gandul, telah dilaksanakan rapat pembentukan pengurus Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP3MNU) untuk MA Ma’arif 1 Ponorogo dan MTs Ma’arif Ponorogo pada Selasa malam (10/03/2026).
Acara yang berlangsung khidmat ba’da Isya ini dihadiri oleh jajaran pimpinan madrasah, pengurus LP Ma’arif, serta tokoh-tokoh kunci NU setempat. Sinergi dan Tata Kelola Profesional Mewakili LP Ma’arif Ponorogo, Bapak Suharto, S.Pd.I, dalam sambutannya menekankan bahwa BP3MNU memegang peran krusial layaknya representasi pemilik atau yayasan.
“BP3MNU adalah jembatan komunikasi yang akan mensinkronkan peran madrasah dengan PCNU dan LP Ma’arif, sekaligus memastikan optimalisasi fungsi pengelolaan pendidikan yang selaras dengan nilai-nilai pesantren,” ujar beliau.
Senada dengan hal tersebut, Romo Kiai Abdur Rokhim, M.Pd.I mengingatkan kembali sejarah perjuangan lima tahun terakhir sejak madrasah ini diamanahkan oleh PCNU Ponorogo. Beliau mengajak seluruh pihak untuk meneruskan estafet perjuangan para muallimin, di MA dan MTs , terlebih saat ini MTs Ma’arif sebagai adik baru MA tengah bersiap menghadapi proses akreditasi.
Struktur Kepengurusan BP3MNU Periode 2026 melalui forum musyawarah tersebut, telah disepakati susunan pengurus harian BP3MNU yang akan mengawal arah kebijakan madrasah ke depan:
| Jabatan | Nama Pengurus |
Pembina:
P. K. Hadi Asfahan.
P. KH. Abdur Rokhim, M.Pd I
P. K. Khoirul fata
P. Agus Khoirul Hadi
Pengawas :
P. Drs Hamdani
Bu Sri Wahyuni M.Pd.I.
Bu H Nurjanah S.Pd.
| Ketua | Ust. Abi Mahbub, S.Pd.I |
| Wakil Ketua | Bpk. Andik |
| Sekretaris | Bpk. Heru |
| Bendahara | KH. Zaenuri |
Bidang-Bidang Pendukung:
- Bidang Pembangunan: Bpk. Zaini, Bpk. Miseran, Bpk. Rohmanto, Bpk. Ismail (Kidul), Bpk. Muhtarom, Bpk. Ismail (Lor).
- Bidang Penggalian Dana: Bpk. Makrus, Bpk. Rosenin, Bpk. Mutaqin, Bpk. Ahmad, Bpk. Suryanto, Bpk. Latif Nahrowi.
Menjaga Warisan Ulama
Di akhir sesi, Bapak Suharto dan Romo kiai Abdur Rokhim kembali menegaskan sebuah pesan menyentuh bahwa Madrasah Ma’arif merupakan warisan perjuangan para ulama terdahulu. Mulai dari para Walisongo, Pangeran Diponegoro yang kemudian perjuangan ber tranformasi ke dunia pendidikan dan pesantren.
Menjadi bagian dari pengurus NU—termasuk di BP3MNU—adalah bentuk khidmah nyata agar diakui sebagai santri dari pendiri NU, Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Romo KH. Abdur Rokhim, diikuti dengan pemaparan singkat sejarah madrasah sebagai refleksi untuk melangkah lebih kuat di masa depan.
MA MA’ARIF 1 PONOROGO DAN MTS MA’ARIF PONOROGO
BERKAH, DIGDAYA, MULIA.
Reportase: Arwan I’tikaf





