AswajaNews – Gelaran Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pendidikan Dasar (Dikdas) tahun 2026 kini memasuki tahapan administratif yang sangat menentukan. Setelah merampungkan proses pendaftaran pada Februari lalu, saat ini fokus pelaksanaan bergeser pada kesiapan teknis di tingkat satuan pendidikan.
Berdasarkan jadwal resmi yang dirilis, bulan Maret menjadi periode krusial bagi sekolah-sekolah penyelenggara untuk memastikan infrastruktur pengawasan dan moda pelaksanaan kompetisi berjalan lancar.
Agenda Penting Maret 2026: Pengawas dan Moda Pelaksanaan
Para penanggung jawab OSN di tingkat sekolah dan dinas pendidikan diharapkan memperhatikan dua agenda utama yang sedang berlangsung:
- Pengajuan Usulan Pengawas Ruang (1–10 Maret 2026): Sekolah hanya memiliki waktu hingga esok lusa untuk mengusulkan nama-nama pengawas ruang yang akan bertugas selama seleksi berlangsung.
- Pemilihan Moda dan Status Pelaksanaan (11–18 Maret 2026): Segera setelah tahap pengusulan pengawas berakhir, sekolah harus menentukan pilihan moda pelaksanaan (daring/luring) serta status kesiapan infrastruktur melalui portal resmi.
Peta Jalan Menuju Seleksi Tingkat Kabupaten (OSN-K)
Setelah tahapan administratif di bulan Maret dan pemetaan pengawas di awal April selesai, para peserta akan menghadapi tantangan sesungguhnya pada bulan Mei dan Juni. Berikut adalah rangkaian puncaknya:
- Uji Coba OSN-K: 6–7 Mei 2026.
- Seleksi OSN-K Jenjang SD: 8 Juni 2026.
- Seleksi OSN-K Jenjang SMP: 11 Juni 2026.
- Pengumuman Hasil OSN-K: 26 Juni 2026.
Membangun Karakter Melalui Sains
OSN Dikdas 2026 bukan sekadar ajang adu kecerdasan di bidang sains, namun juga menjadi sarana pembentukan karakter unggul bagi generasi muda Indonesia. Partisipasi aktif sekolah dalam mematuhi linimasa jadwal ini sangat menentukan kelancaran delegasi mereka menuju babak semifinal di pertengahan Agustus hingga Seleksi Tingkat Nasional pada 25–31 Agustus 2026.
Pihak panitia mengingatkan agar seluruh operator sekolah rutin memantau Web Komunikasi dan portal registrasi untuk menghindari kendala teknis yang dapat merugikan siswa peserta.***





