AswajaNews – Kabar duka menyelimuti masyarakat Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo. Imam Masjid Jami’ Tegalsari, KH. Syamsudin, wafat pada Selasa Pahing, 6 Ramadhan 1447 H atau 24 Februari 2026 M sekitar pukul 20.00 WIB.
Kabar wafatnya ulama sepuh tersebut cepat tersebar melalui pesan singkat serta pengumuman resmi dari pihak keluarga dan pengurus masjid. Kepergian beliau menjadi kehilangan mendalam bagi keluarga besar Yayasan Kyai Ageng Muhammad Besari, takmir, santri, dan seluruh jamaah yang selama puluhan tahun berada dalam bimbingannya.
Selama masa hidupnya, KH Syamsudin mendedikasikan diri sebagai imam sekaligus guru umat di Masjid Jami’ Tegalsari. Hampir 50 tahun beliau mengabdikan jiwa dan raga memimpin salat, membina jamaah, serta menanamkan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Sosoknya dikenal bersahaja, tekun, dan istiqamah dalam menyebarkan syiar Islam dengan kelembutan dan keteladanan.

Bahkan hingga usia lanjut, semangat dakwah beliau tetap terjaga. Pada 2024, KH Syamsudin masih rutin mengajar pengajian kitab Irsyadul Ibad setiap ba’da Maghrib di serambi Masjid Tegalsari, majelis ilmu yang menjadi rujukan santri dan warga lintas generasi.
Wafatnya imam besar Masjid Tegalsari ini menyisakan duka mendalam bagi para santri dan warga sekitar yang mengenalnya sebagai panutan spiritual. Banyak jamaah mengenang beliau sebagai figur yang teduh, rendah hati, dan konsisten membimbing umat dalam kehidupan beragama sehari-hari.
Pihak keluarga dan kerabat memohon doa dari seluruh lapisan masyarakat agar Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosa dan khilafnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya dalam keadaan husnul khatimah. Mereka juga berharap keluarga dan jamaah yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran.
Kepergian KH Syamsudin menandai berakhirnya satu era pengabdian panjang di Masjid Jami’ Tegalsari. Namun, jejak dakwah, keteladanan, dan nilai keistiqamahan yang beliau wariskan diyakini akan terus hidup dalam ingatan serta amalan umat Tegalsari dan Ponorogo.
Sumber foto: tegalsaripng





