AswajaNews – Setelah sempat melonjak tajam pada hari sebelumnya, harga komoditas cabai di Kabupaten Ponorogo mulai menunjukkan penurunan tipis pada Senin (23/2/2026).
Berdasarkan data resmi Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Pemerintah Provinsi Jawa Timur per pukul 09.05 WIB, seluruh jenis cabai mengalami koreksi harga, meski belum signifikan.
Pantauan harga menunjukkan cabai merah keriting turun dari Rp39.000/kg menjadi Rp38.000/kg. Cabai merah besar juga turun dari Rp29.000/kg menjadi Rp28.000/kg. Sementara cabai rawit merah yang sebelumnya melonjak tinggi, terkoreksi dari Rp120.000/kg menjadi Rp112.500/kg.
Meski terjadi penurunan, harga cabai rawit merah di Ponorogo masih tercatat sebagai yang tertinggi di Jawa Timur. Dari 20 kabupaten/kota yang melaporkan data (dari total 38 daerah), harga rata-rata cabai rawit merah di Jawa Timur berada di angka Rp97.537/kg.
Adapun harga tertinggi tercatat di Ponorogo sebesar Rp112.500/kg, sedangkan harga terendah berada di Kabupaten Probolinggo sebesar Rp86.333/kg.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun harga di Ponorogo telah turun dibanding hari sebelumnya, laju penurunannya relatif lebih lambat dibandingkan daerah lain. Akibatnya, posisi Ponorogo justru menempati peringkat pertama harga cabai rawit merah termahal di tingkat provinsi.
Jika diperhatikan, disparitas harga antarwilayah umumnya dipengaruhi faktor distribusi, pasokan lokal, serta pola permintaan musiman. Jika pasokan dari sentra produksi belum kembali normal, harga di daerah konsumen seperti Ponorogo berpotensi tetap berada di atas rata-rata provinsi dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan diharapkan terus memantau pergerakan harga dan memastikan kelancaran distribusi pasokan, terutama menjelang periode konsumsi tinggi, agar gejolak harga cabai tidak kembali meningkat di tingkat konsumen.




