Bahas Montessori Edisi 1: 3 Tips Menghormati Anak (Respect for the Child)

AswajaNews – Dalam filosofi Maria Montessori, Menghormati Anak (Respect for the Child) bukan sekadar etika kesantunan, melainkan fondasi utama dari seluruh sistem pendidikannya. Prinsip ini berakar pada keyakinan bahwa anak-anak memiliki kemampuan alami untuk membangun diri mereka sendiri jika diberikan lingkungan yang tepat.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai prinsip menghormati anak berdasarkan buku-buku dan pemikiran Maria Montessori:

Menghormati Keunikan dan Kecepatan Belajar

Montessori percaya bahwa setiap anak memiliki “cetak biru” internal yang unik. Tidak ada dua anak yang berkembang dengan kecepatan yang persis sama, bahkan dalam usia yang sama.

Tanpa Perbandingan: Dalam kelas Montessori, anak tidak dibandingkan dengan teman sebaya. Menghormati anak berarti menerima bahwa si A mungkin lebih cepat dalam numerasi, sementara si B sedang fokus mengasah motorik halusnya.

Masa Peka (Sensitive Periods): Menghormati anak berarti jeli melihat “masa peka” mereka. Jika anak sedang sangat tertarik menyusun benda, itulah saatnya kita memfasilitasi, bukan memaksanya belajar membaca karena tuntutan kurikulum.

Kebebasan Memilih Aktivitas

Kebebasan adalah kunci bagi anak untuk menemukan minat dan bakatnya. Namun, ini bukan kebebasan tanpa arah, melainkan “kebebasan dalam batasan.”

Otonomi: Dengan memilih aktivitasnya sendiri, anak belajar mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas pilihannya.

Disiplin Internal: Montessori berpendapat bahwa disiplin sejati tidak datang dari ancaman atau hadiah, melainkan dari kepuasan batin saat anak berhasil menyelesaikan tugas yang ia pilih sendiri.

Menghormati Konsentrasi: “Jangan Mengganggu”

Salah satu poin paling krusial dalam prinsip ini adalah perlindungan terhadap fokus anak. Maria Montessori sering mengatakan bahwa tugas orang dewasa adalah tidak memutus rantai konsentrasi anak.

Pekerjaan Anak adalah Bermain: Saat anak terlihat sangat asyik memasukkan kancing ke dalam botol atau menyapu lantai, mereka sebenarnya sedang “bekerja” membangun koneksi saraf dan kontrol diri.

Intervensi yang Minim: Jangan terburu-buru membantu jika anak tidak meminta, dan jangan memuji secara berlebihan di tengah proses karena hal itu bisa memecah fokus mereka. Biarkan kepuasan datang dari keberhasilan mereka sendiri, bukan dari pengakuan orang dewasa.

Kesimpulan

Menghormati anak dalam prinsip Montessori berarti memandang anak sebagai individu yang utuh, bukan “orang dewasa kecil” yang harus dibentuk sesuai kemauan kita. Dengan memberikan rasa hormat, kita sebenarnya sedang menanamkan benih rasa percaya diri dan kemandirian yang akan mereka bawa hingga dewasa.

“Ujian pertama dari keberhasilan pendidikan adalah kebahagiaan anak.” — Maria Montessori.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Penguatan IHSG Menduduki Rekor Tertinggi Simak Beberapa Peran Penting Danantara

SITUS GACOR

slot88

rokokbet

situs gacor

slot88

rokokbet

SLOT88

slot gacor hari ini

Slot Gacor

LINK GACOR

Slot Resmi

SLOT88

SLOT88

SITUS GACOR

Slot Dana

https://bsj.uowasit.edu.iq/

Situs Toto

SITUS TOTO

Situs Toto

Situs Toto

TOTO 4D

TOTO 4D

Slot Dana

Slot Gacor

https://apcoreonlinejournal.org/

Slot Resmi

FOR4D