Aswajanews – Bungkal – Unit usaha milik Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Bungkal melalui LPNU kembali menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) VII dalam rangka penutupan buku tahun 2025 (Sabtu, 14/02).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Terpadu MWC NU Bungkal tersebut dihadiri jajaran pengurus, manajemen, serta para pemegang saham.
Dalam forum tersebut, Direktur Bintang Swalayan, Imam Barokah, menyampaikan laporan pertanggungjawaban kinerja usaha sepanjang tahun 2025. Total Sisa Hasil Usaha (SHU) yang berhasil dibukukan mencapai Rp226.612.887.
Laporan keuangan tersebut kemudian disahkan dalam RUPS sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas pengelolaan usaha. Turut mendampingi, Manager Keuangan Bambang Suprihardi memaparkan capaian teknis dan penguatan layanan selama satu tahun terakhir.

Sementara Manager Keuangan Manager Operasional Agus Triwinarto menjelaskan secara rinci mekanisme serta komposisi pembagian SHU sesuai ketentuan yang telah disepakati bersama.
Dari total SHU tersebut, pembagian dilakukan secara proporsional, termasuk pembagian kepada pemegang saham sebesar Rp 60.900.000, alokasi untuk pendiri sebesar 5 persen, dana pengurus 10 persen, serta dana pendidikan 2,5 persen.
Salah satu poin penting dalam pembagian SHU tahun buku 2025 ini adalah alokasi 2,5 persen untuk organisasi MWC NU Bungkal atau senilai Rp 5.665.322,00.
Alokasi tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata Bintang Swalayan dalam memperkuat kelembagaan dan mendukung program-program keagamaan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat di tingkat kecamatan.
Ketua MWC NU Bungkal, Lukmanul Hadi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kinerja manajemen yang terus menunjukkan perkembangan positif.

Ia menegaskan bahwa keberadaan Bintang Swalayan bukan hanya sebagai unit bisnis, tetapi juga sebagai instrumen penguatan ekonomi dan organisasi.
Menurutnya, pembagian SHU yang menyertakan kontribusi untuk MWC NU menegaskan bahwa semangat Nahdlatut Tujjar benar-benar diwujudkan dalam praktik—usaha yang tumbuh bersama dan memberi manfaat bagi jama’ah serta jam’iyah.
RUPS VII ini sekaligus menjadi forum evaluasi dan perumusan langkah strategis ke depan, guna meningkatkan pelayanan, memperkuat manajemen, serta memperluas manfaat ekonomi bagi warga Nahdliyin.
Dengan ditutupnya buku tahun 2025, Bintang Swalayan Bungkal diharapkan semakin kokoh sebagai pilar kemandirian ekonomi umat di Kecamatan Bungkal. ***(Ady)





