AswajaNews – Surabaya tidak hanya dikenal sebagai kota metropolitan terbesar di Jawa Timur, tetapi juga sebagai kota yang menyimpan jejak sejarah panjang. Di berbagai sudut kota, bangunan-bangunan tua masih berdiri dan menjadi saksi perjalanan Surabaya dari masa kolonial, perjuangan kemerdekaan, hingga perkembangan kota modern.
Sebutan Kota Pahlawan melekat kuat pada Surabaya karena perannya dalam sejarah perjuangan bangsa. Jejak tersebut masih dapat ditemukan melalui sejumlah bangunan bersejarah, kawasan cagar budaya, museum, dan monumen yang kini menjadi tujuan wisata edukasi bagi masyarakat maupun wisatawan.
Salah satu kawasan yang lekat dengan sejarah Surabaya adalah Jalan Tunjungan. Di kawasan ini berdiri Hotel Majapahit, bangunan cagar budaya yang dibangun pada 1 Juni 1910 di Jalan Tunjungan Nomor 65. Bangunan bergaya kolonial ini memiliki nilai sejarah penting dan menjadi salah satu ikon heritage Surabaya.
Selain Hotel Majapahit, Gedung Siola juga menjadi bangunan bersejarah yang tidak bisa dilepaskan dari wajah lama Surabaya. Gedung yang berada di Jalan Tunjungan tersebut kini dimanfaatkan sebagai Museum Surabaya dan Mal Pelayanan Publik. Pemerintah Kota Surabaya juga memasukkan Siola sebagai salah satu bangunan cagar budaya.
Bangunan bersejarah lain yang memiliki nilai penting adalah Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember. Museum ini berada di kawasan Tugu Pahlawan dan dibangun untuk mengenang Pertempuran 10 November 1945. Di dalamnya, pengunjung dapat menemukan koleksi bersejarah seperti senjata, foto perjuangan, hingga rekaman pidato Bung Tomo.
Surabaya juga memiliki kawasan sejarah di sekitar Jembatan Merah dan Jalan Rajawali. Pemerintah Kota Surabaya menyebut gugusan bangunan cagar budaya di kawasan Rajawali merekam perjalanan panjang Surabaya sebagai kota sejak abad ke-17. Kawasan ini menjadi salah satu titik penting untuk memahami perkembangan Surabaya sebagai kota dagang dan pusat aktivitas masyarakat.
Tidak hanya menjadi objek foto atau tujuan wisata, bangunan bersejarah di Surabaya memiliki fungsi edukatif. Pengunjung dapat mengenal arsitektur lama, memahami peristiwa penting yang pernah terjadi, serta melihat bagaimana kota ini tumbuh dari masa ke masa.
Keberadaan bangunan bersejarah juga memperlihatkan bahwa modernisasi tidak harus menghapus jejak masa lalu. Banyak bangunan lama kini diberi fungsi baru, seperti museum, ruang publik, pusat layanan, hingga destinasi wisata, tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.
Pelestarian bangunan bersejarah menjadi penting agar generasi muda tetap memiliki ruang untuk belajar tentang identitas kota. Melalui kunjungan ke museum, kawasan cagar budaya, dan bangunan lama, sejarah Surabaya dapat dipahami secara lebih dekat dan nyata.
Dengan kekayaan bangunan bersejarah yang dimiliki, Surabaya memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi wisata heritage. Kota ini bukan hanya menawarkan kehidupan urban yang dinamis, tetapi juga menyimpan cerita panjang tentang perjuangan, perdagangan, budaya, dan perkembangan peradaban kota.***




