AswajaNews – Harga komoditas daging sapi paha belakang di Kabupaten Ponorogo mengalami kenaikan. Berdasarkan pemantauan terbaru, harga daging sapi paha belakang yang sebelumnya berada di angka Rp125.000 per kilogram kini naik tipis menjadi Rp127.500 per kilogram.
Kenaikan harga ini menjadi perhatian masyarakat, terutama karena daging sapi paha belakang merupakan salah satu bagian daging yang paling sering digunakan untuk berbagai menu khas hari raya. Bagian ini kerap diolah menjadi bakso, rendang, hingga olahan daging lainnya yang banyak disajikan saat momen Lebaran.
Berdasarkan data pemantauan harga komoditas dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok Jawa Timur melalui situs Siskaperbapo Jatim, pada 9 Maret 2026, harga rata-rata daging sapi paha belakang di Jawa Timur tercatat sebesar Rp121.075 per kilogram.
Data tersebut dihimpun dari 38 kabupaten/kota yang melaporkan harga komoditas di wilayah provinsi. Dari data tersebut, harga rata-rata tertinggi tercatat di Kabupaten Banyuwangi sebesar Rp136.000 per kilogram, sedangkan harga rata-rata terendah berada di Kabupaten Mojokerto dengan harga Rp108.662 per kilogram.
Sementara itu, Kabupaten Ponorogo tercatat berada di posisi kelima harga tertinggi di Jawa Timur untuk komoditas daging sapi paha belakang.
Kenaikan harga ini diperkirakan dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang momentum hari raya, di mana konsumsi daging sapi biasanya mengalami peningkatan.
Meski demikian, pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga di pasar guna menjaga stabilitas bahan pokok serta memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat.





