AswajaNews – Dalam rangka memperingati Harlah IPNU ke-72 dan IPPNU ke-71, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Ponorogo menggelar Ngaji Real Talk di Gedung Graha PCNU, Ahad (01/03/2026). Kegiatan ini menjadi ruang refleksi kader pelajar NU untuk memperkuat identitas dan peran organisasi di tengah dinamika zaman.
Mengusung tema “Meneguhkan Spiritualitas Tanpa Kehilangan Jati Diri”, acara ini diisi dengan talkshow keislaman yang membahas tantangan generasi muda dalam menjaga nilai spiritual di era modern.
Ketua Pelaksana, Ahmad Rifai, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperingati hari lahir organisasi, tetapi juga membekali kader agar mampu membaca realitas sosial generasi Z.
“Ngaji Real Talk menjadi sarana bagi kader untuk memperkuat pedoman hidup yang selaras dengan ajaran Islam dan realitas kehidupan saat ini,” ujarnya.
Ketua PC IPNU Ponorogo, Muzakki Rhenaldi Habibina, menilai kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan kaderisasi.
“Kegiatan ngaju Real Talk dan peringatan Harlah IPNU IPPNU harapannya dapat membangun kesadaran kolektif kader pelajar NU agar spiritualitas mampu menjadi pondasi gerakan,” katanya.
Menurutnya, peringatan harlah merupakan momentum evaluasi sekaligus perencanaan masa depan organisasi.
“Ini menjadi refleksi perjalanan panjang IPNU-IPPNU dalam kaderisasi, sekaligus proyeksi untuk melahirkan kader yang adaptif, intelektual, dan berkarakter Aswaja An-Nahdliyah,” terangnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara spiritualitas dan intelektualitas.
“Keseimbangan antara spiritualitas dan intelektualitas harus dijaga. Jadikan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai landasan berpikir dan bertindak. Organisasi adalah ruang belajar, berproses, dan mengabdi bagi kader,” pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri jajaran PCNU, Majelis Alumni IPNU, serta pengurus PAC dan PK, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kaderisasi pelajar NU di Ponorogo.





