AswajaNews – Mengatasi tantrum pada anak usia 1 tahun bisa terasa sangat melelahkan bagi orang tua. Namun, jika kita melihat dari kacamata Maria Montessori, tantrum sebenarnya adalah “pesan” yang gagal tersampaikan.
Dalam bukunya, The Montessori Method dan prinsip-prinsip pendidikan Montessori, fase ini dilihat sebagai bagian dari The Absorbent Mind (Pikiran yang Mudah Menyerap) dan Sensitive Periods (Masa Peka).
Berikut adalah panduan mengatasi tantrum anak usia 1 tahun dengan prinsip Montessori:
Memahami “Masa Peka” terhadap Keteraturan
Maria Montessori menemukan bahwa anak usia 1-3 tahun memiliki kebutuhan yang sangat kuat akan keteraturan (order). Tantrum pada usia 1 tahun sering kali dipicu karena ada sesuatu dalam rutinitas atau lingkungan mereka yang berubah secara tiba-tiba.
Solusinya: Pastikan jadwal makan, tidur, dan bermain konsisten. Jika ada perubahan rencana, komunikasikan dengan kalimat sederhana meskipun mereka belum lancar bicara.
Observasi: Cari Tahu “Kebutuhan yang Tak Terpenuhi”
Montessori menekankan pentingnya observasi tanpa menghakimi. Saat anak tantrum, alih-alih fokus pada tangisannya, tanyakan pada diri sendiri:
- Apakah dia sedang haus/lapar?
- Apakah lingkungannya terlalu bising atau menstimulasi (overstimulated)?
- Apakah dia sedang mencoba melakukan sesuatu secara mandiri tapi gagal?
Ciptakan Lingkungan yang Disiapkan (Prepared Environment)
Banyak tantrum terjadi karena anak merasa frustrasi dilarang melakukan sesuatu. Montessori menyarankan agar kita mengubah rumah menjadi tempat yang aman bagi mereka untuk bereksplorasi.
Solusinya: Jika anak tantrum karena dilarang memanjat meja, sediakan bantal atau alat panjat yang aman. Ubah kata “Jangan” menjadi “Kamu bisa melakukan itu di sini.”
Berikan Kebebasan dalam Batasan (Freedom within Limits)
Anak usia 1 tahun sedang belajar menegaskan kemauannya. Menolak terus-menerus hanya akan memicu ledakan emosi.
Solusinya: Berikan pilihan terbatas untuk memberi mereka rasa kendali.
Contoh: “Kamu mau pakai baju yang merah atau biru?” atau “Kita mau bereskan mainan sekarang atau 2 menit lagi?”
Tetap Tenang dan Hadir (The Calm Adult)
Maria Montessori percaya bahwa orang dewasa adalah model perilaku. Jika kita membalas tantrum dengan kemarahan, anak akan menyerap energi negatif tersebut.
Solusinya:
- Turunkan tubuh hingga sejajar dengan mata anak.
- Validasi perasaannya: “Ibu tahu kamu kesal karena kita harus pulang.”
- Tunggu hingga badai emosinya mereda tanpa memaksanya berhenti menangis secara instan.***




