Air Terjun Kedung Pedut: Keindahan Tersembunyi yang Kini Jadi Primadona Jogja

AswajaNews – Di tengah panorama hijau perbukitan Menoreh, Air Terjun Kedung Pedut menjelma sebagai salah satu destinasi wisata alam paling memesona di Yogyakarta. Lokasinya berada di Desa Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, dan setiap musim liburan kawasan ini hampir tak pernah sepi pengunjung.

Keunikan utama Kedung Pedut terletak pada kolam alami berwarna hijau toska yang berpadu dengan aliran air putih berkilauan, sehingga tak jarang dijuluki sebagai curug dua warna. Keindahan ini semakin istimewa karena lahir dari hasil gotong royong masyarakat sekitar yang mengubah sungai tersembunyi menjadi destinasi wisata populer sejak 2015.

Kisah Kedung Pedut sendiri bermula dari sebuah aliran sungai biasa yang mengalir di tengah hutan. Selama bertahun-tahun, lokasinya tersembunyi dan hanya dikenal segelintir warga.

Namun, berkat inisiatif dan kerja keras masyarakat sekitar, tempat ini dibersihkan dan dibangun selama tiga bulan hingga siap menjadi destinasi wisata alam yang nyaman untuk dikunjungi. Nama “Kedung Pedut” yang berarti kolam berkabut semakin menegaskan keindahan tempat ini, air jernih yang berwarna hijau seperti kabut tipis, berpadu dengan derasnya curahan air dari tebing.

Daya tarik Kedung Pedut bukan hanya sebatas panorama. Aktivitas yang bisa dilakukan di kawasan ini sangat beragam, menjadikannya surga kecil bagi pecinta petualangan maupun wisata keluarga.

Jalur trekking menuju lokasi air terjun misalnya, memberikan pengalaman mendaki ringan sejauh 300 hingga 400 meter melewati jembatan, jalanan bebatuan, dan hutan rindang. Meski singkat, perjalanan ini memberikan sensasi tersendiri karena pengunjung bisa menikmati kicauan burung dan udara sejuk khas perbukitan.

Sesampainya di lokasi, wisatawan akan disuguhi pemandangan air terjun utama yang dikelilingi lima kolam alami lain, seperti Kedung Merak, Kedung Lanang, Kedung Wedok, hingga Kedung Anyes. Setiap kedung memiliki karakter unik, dengan kedalaman 2 hingga 5 meter, menjadikannya tempat favorit untuk berenang maupun sekadar berfoto. Tak hanya itu, fasilitas pelampung dan loker juga disediakan pengelola untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung.

Bagi pencinta tantangan, Kedung Pedut menawarkan wahana adrenalin seperti flying fox dan sepeda terbang yang memungkinkan wisatawan meluncur atau bersepeda di atas ketinggian dengan latar pepohonan.

Ada juga hammock di bawah jembatan untuk mereka yang ingin bersantai sambil menikmati suasana. Sementara itu, bagi pemburu foto, spot selfie berupa jembatan bambu, gardu pandang, hingga miniatur kapal menjadi daya tarik tersendiri.

Meski fasilitas lengkap dan daya tariknya begitu besar, biaya masuk ke Kedung Pedut masih tergolong ramah di kantong. Tiket harian dibanderol Rp10.000 untuk hari biasa dan Rp20.000 saat libur, dengan tambahan biaya kecil untuk parkir, loker, maupun penyewaan pelampung.

Dari sungai tersembunyi, kini ia menjadi ikon wisata Kulon Progo yang menghadirkan keindahan, kesejukan, sekaligus pengalaman tak terlupakan. Jadi, jika kalian berkunjung ke Jogja, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati pesona dua warna Kedung Pedut sebuah hadiah alam yang lahir dari kerja keras dan cinta masyarakat setempat terhadap tanah mereka.*** (Fauza)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Penguatan IHSG Menduduki Rekor Tertinggi Simak Beberapa Peran Penting Danantara

SITUS GACOR

slot88

rokokbet

situs gacor

slot88

rokokbet

SLOT88

slot gacor hari ini

Slot Gacor

LINK GACOR

Slot Resmi

SLOT88

SLOT88

SITUS GACOR

Slot Dana

https://bsj.uowasit.edu.iq/

Situs Toto

SITUS TOTO

Situs Toto

Situs Toto

TOTO 4D

TOTO 4D

Slot Dana

Slot Gacor

https://apcoreonlinejournal.org/

Slot Resmi

FOR4D