Kasad TNI Resmikan Tugu Perjuangan Habib Luthfi


Aswaja News – Peresmian yang akan dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jendral TNI Dudung Abdurrahman pukul 13.00 WIB bakal dimeriahkan drama kolosal oleh prajurit TNI dan lain-lain, pawai merah putih, marching band Banteng Raiders Semarang, dan terjung payung pasukan elit gabungan TNI dan Polri.


Tugu perjuangan yang dibangun sejak 6 September 2022 lalu bertujuan memperingati sekaligus melestarikan nilai-nilai perjuangan rakyat Kota Pekalongan dalam melawan penjajahan.


Ketua pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan H Muhtarom mengaku bangga atas hadirnya tugu perjuangan sebagai simbol perjuangan pada masa kemerdekaan khususnya di Kota Pekalongan.


Tentu masih kita ingat bagaimana perjuangan para ulama di Kota Pekalongan mempertahankan kemerdekaan sehingga meletus peristiwa 3 Oktober 1945 sehingga jatuh korban lebih dari 30 orang yang namanya diabadikan pada tugu bambu di kawasan Masjid Syuhada,” ujarnya.


Dirinya berharap, tugu perjuangan yang berdiri kokoh di kawasan Stadion Hoegeng menjadi pengingat kepada generasi penerus untuk tidak melupakan sejarah yang telah ditorehkan di Pekalongan.


Di balik tugu perjuangan ada tetesan darah para pejuang yang dipimpin KH Syafii, KH Siroj, dan KH Zainal Abidin yang menjabat Rais Pertama PCNU Kota Pekalongan,” ucapnya.
 

Tugu perjuangan dibangun di area Stadion Hoegeng Kota Pekalongan yang diawali dengan peletakan batu pertama secara simbolis oleh Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Widi Prasetijono yang diwakilkan oleh Danrem 071 Wijayakusuma, Kolonel Inf Yudha Airlangga, didampingi Rais aam Jatman Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, Wali Kota Pekalongan, dan lain-lain.


Arsitektur pembangunan Tugu Perjuangan Kota Pekalongan Nur Hadiman menjelaskan, mengenai siteplan tugu berupa bentangan sayap burung garuda, di mana sisi kiri dan kanan masing-masing selebar 50 meter. Tugu tersebut berdiri di atas 8×8 meter, dengan tinggi total dari sayap garuda sampai pondasi setinggi 17 meter.  


“Ujung burung garuda terbuat dari tembaga dengan bentang 3 meter, di bawah tugu ada diorama terbuat juga dari tembaga mengelilingi tugu. Kemudian, di atasnya ada tulisan nama-nama pahlawan dan veteran di Kota Pekalongan,” terangnya.


Pembangunan tugu perjuangan Kota Pekalongan menghabiskan dana sebesar Rp1,55 Miliar dengan luasan area sekitar 200an meter di Kawasan Stadion Hoegeng Pekalongan. (Sumber: NU Online)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *