Belajar dari Gajah

Aswaja News – Ada guyonan sederhana tapi cukup menohok kalau dirasakan. Guyonan itu kalau kita cerna memang sangat menohok bagi orang-orang yang serakah dalam mengumpulkan harta.

   
Gajah itu tubuhnya gede dan kekar, suaranya keras, mulutnya besar dan lebar yang tentu makannya sangat banyak, namun ketika masanya tidur tiba, gajah pun tidur untuk beristirahat. 

   
Sedangkan manusia sekali makan hanya membutuhkan satu piring, tapi di dalam mencarinya terkadang tidak mengenal waktu. Ada orang-orang yang menjadikan siang sebagai malam dan ada yang menjadikan malam sebagai siang.


Bahkan ada yang hingga melakukan korupsi. Yang mengherankan lagi, ada orang yang ketika hendak tidur masih saja memikirkan urusan esok hari, pertanyaannya siapakah yang lebih bijak?. Begitu kata guyonan.

   
Jangan sekali-kali kehidupan dunia memperdayakanmu, karena setelah kehidupan ini masih ada kehidupan lain untuk mempertanggungjawabkan semua amalmu.

   
Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Luqman Ayat 33:


يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوۡا رَبَّكُمۡ وَاخۡشَوۡا يَوۡمًا لَّا يَجۡزِىۡ وَالِدٌ عَنۡ وَّلَدِهٖ وَلَا مَوۡلُوۡدٌ هُوَ جَازٍ عَنۡ وَّالِدِهٖ شَيۡـــًٔا‌ ؕ اِنَّ وَعۡدَ اللّٰهِ حَقٌّ‌ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الۡحَيٰوةُ الدُّنۡيَا وَلَا يَغُرَّنَّكُمۡ بِاللّٰهِ الۡغَرُوۡرُ‏


Artinya:
Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu teperdaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu teperdaya oleh penipu dalam (menaati) Allah. (QS Luqman : 33)


Penulis: H Ahmad Niam Syukri Masruri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *