Berkah Idul Adha. Pemande Besi Kebanjiran Orderan

Aswaja News – Suara dentingan palu yang membentur besi terdengar di kawasan pasar loak Ponorogo. Nampaknya, bunyian itu bersumber dari lapak pandhe besi milik Kateno (54) warga Patihan Wetan yang sedang membuat pisau. Menjelang Idul Adha 1444 H, pesananya meningkat dibandingkan hari biasanya. ”Dalam satu hari saat ini bisa memnuat empat pisau. Kalu sebelumnya hanya satu saja,” kata Pak No, sapaan akrabnya Minggu (18/6/2023).
Membuat piau tajam, menjadi pekerjaannya sejak 38 tahun lalu. Setiap tahun, mendekati momen idul adha selalu dicari orang untuk membuat pisau atau hanya sekedar memperbaiki supaya tajam kembali (disepuhkan). ”Pembuatan satu pisau butuh waktu sekitar 2 jam, kalau menyepuhkan saja butuh ewaktu 30 menit,” kata Kakek dua cucu tersebut.
Pisau yang dibuatnya, memiliki harga berfareasi. Mulai dari ukuran panjang 20 centimeter dibanderol 100 ribu, hingga yang ukuran 30 centimeter dihargai 130 ribu. Sedangkan untuk memperbaiki, pelanggan cukup membayar 30 ribu saja. ”Membuat atau memperbaiki pisau itu porsesnya sama saja, dipanaskan hingga besinya memerah lalu di tempa lagi. Bedanya kalau membeli itu bahannya saya yang menyedikan,” unkapnya.
Dirinya menyebutkan, bahan yang digunakan untuk membuat pisau itu tidak sembarangan. Pasalnya, tidak semua jenis besi dapat dijadikan pisau. Contohnya besi cor-coran tidak bisa digunakan, ketika dipanaskan itu bakal meleleh. ”Yang bagus besi bekas pir kendaraan truk, saat dipanaskan dan ditempa menjadi padat. Kalau sudah jadi pisau tajamnya bisa maksimal, ” jelasnya.

ANF

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *