Puasa dan Al-Qur’an sebagai Konstitusi Transendental
Oleh: Dr. Lukman Santoso Az (Dosen Fakultas Syari’ah UIN Ponorogo) Meski ragamu ‘kan memucat sebab puasa Namun, jiwamu ‘kan melembut bagai sutra Jalaluddin Rumi (1207-1273) Puasa kerap dipahami sebagai ibadah yang sangat personal. Ia bersemayam dalam kesunyian niat, kesabaran menahan diri, dan dialog intim antara manusia dengan Tuhannya. Namun, setiap Ramadan tiba, kita menyaksikan bagaimana…
