Kebersamaan di Malam Bersholawat, Mahasiswa KPM 2026 Desa Karangan Badegan Ikut Larut dalam Pengajian Akbar

Aswajanews – Malam itu (09/07/2026) langit Dusun Kuncen tampak gelap pekat, namun suasana di halaman panggung utama justru dipenuhi cahaya dan kehangatan. Ratusan jamaah duduk berjajar rapi menghadap panggung megah berbalut atap tenda putih, lengkap dengan tata suara dan lampu sorot yang menerangi langit malam. Di tengah kerumunan itu, sekelompok mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) dari kelompok 03 dan 04 Desa Karangan Badegan dari Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, tampak khidmat mengikuti jalannya acara, menyatu bersama warga yang hadir dari berbagai penjuru desa.

Malam tersebut digelar Pengajian Akbar Sholawat, dengan pembicara inti KH. Abdurrahim dari Ponorogo diiringi dengan group Sholawat pimpinan Gus Ulil, merupakan sebuah kegiatan keagamaan yang menjadi bagian dari rangkaian menyambut Tahun Baru Islam sekaligus penguatan silaturahmi warga Dusun Kuncen, Desa Karangan, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo. Panggung utama berdiri kokoh dengan latar banner hijau bertuliskan nama-nama tokoh agama yang turut hadir mengisi acara, menandakan besarnya antusiasme masyarakat menyambut momentum sholawat bersama ini.

Bagi para mahasiswa KPM 2026 Desa Larangan khususnya kelompok 03 dan 04, kehadiran mereka dalam pengajian akbar semacam ini bukan sekadar menjadi penonton, melainkan bagian dari proses belajar memahami denyut kehidupan sosial-keagamaan masyarakat desa. Duduk berbaur di antara warga, mengenakan jaket identitas kelompok, mereka turut merasakan langsung bagaimana tradisi keagamaan menjadi perekat sosial yang kuat di tengah masyarakat pedesaan.

Momen seperti ini sejalan dengan semangat KPM itu sendiri: bukan hanya menjalankan program kerja di atas kertas, tetapi juga hadir, mendengar, dan merasakan denyut kehidupan masyarakat dari dekat termasuk dalam ruang-ruang spiritual seperti pengajian dan sholawat bersama yang telah lama menjadi bagian dari identitas budaya Nahdlatul Ulama di pedesaan.

Dari balutan cahaya panggung dan lantunan sholawat yang menggema di udara malam, tergambar jelas bahwa pengabdian tidak selalu berwujud program fisik. Terkadang, ia hadir dalam bentuk sederhana: duduk bersama, mendengarkan, dan menjadi bagian dari kegembiraan spiritual yang dirayakan bersama warga desa. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penguatan IHSG Menduduki Rekor Tertinggi Simak Beberapa Peran Penting Danantara

SITUS GACOR

slot88

rokokbet

situs gacor

slot88

rokokbet

SLOT88

slot gacor hari ini

Slot Gacor

LINK GACOR

Slot Resmi

SLOT88

SLOT88

SITUS GACOR

Slot Dana

https://bsj.uowasit.edu.iq/

Situs Toto

SITUS TOTO

Situs Toto

Situs Toto

TOTO 4D

TOTO 4D

Slot Dana

Slot Gacor

https://apcoreonlinejournal.org/

Slot Resmi

FOR4D