AswajaNews – Magetan mulai memperluas cara menjual pariwisatanya. Jika selama ini Telaga Sarangan tetap menjadi magnet utama, pada 2025 hingga 2026 pemerintah daerah juga aktif mendorong event berbasis alam dan komunitas untuk menarik kunjungan.
Pola ini terlihat dari sejumlah agenda seperti Lawu Fun Run 2025, MOX Lawu Wilis 2025, hingga Jambore MTB Indonesia 2026 yang digelar di kawasan lereng Lawu.
Untuk Lawu Fun Run 2025, Pemkab Magetan menyebut acara ini digelar di Kampung Susu Lawu pada 12 Juli 2025 dengan target sekitar 2.000 peserta. Event ini tidak hanya memadukan olahraga dengan wisata alam, tetapi juga membawa pesan lingkungan melalui kegiatan donasi pohon.
Ini menunjukkan bahwa destinasi wisata di Magetan mulai dipromosikan lewat aktivitas yang memberi pengalaman langsung kepada peserta, bukan hanya lewat panorama.
Hal serupa terlihat pada Mataraman Overland X-Plore (MOX) Lawu Wilis 2025. Dalam rilis resmi Pemkab, kegiatan ini disebut sebagai ajang eksplorasi dan promosi wisata lintas daerah yang melibatkan puluhan jeep dan singgah di kawasan Sarangan.
Agenda semacam ini memperlihatkan bahwa Magetan mulai menempatkan alam sebagai ruang interaksi dan petualangan, bukan sekadar latar pasif untuk dikunjungi.
Arah itu makin kuat pada Jambore MTB Indonesia 2026 di jalur Lawu-Sarangan. Menjelang pelaksanaan, laman resmi Pemkab menyebut ajang ini disiapkan dengan sekitar 1.500 peserta dari berbagai daerah.
Namun setelah berlangsung, rilis resmi lain menyebut jumlah rider yang ikut mencapai sekitar 2.100 orang. Terlepas dari perbedaan antara target awal dan realisasi, angka itu menunjukkan besarnya daya tarik event olahraga alam di Magetan.
Rangkaian agenda itu memberi sinyal bahwa wisata Magetan sedang bergerak ke model yang lebih experience-driven. Telaga Sarangan tetap penting sebagai ikon, tetapi kini promosi wisata diperkuat dengan event lari, off-road, dan sepeda gunung yang memberi alasan baru bagi orang untuk datang.
Dengan strategi ini, Magetan tidak hanya menjual keindahan lanskap, tetapi juga pengalaman, komunitas, dan keterlibatan langsung wisatawan di alam terbuka.***





