AswajaNews – Mencari tempat berbuka puasa yang sederhana, murah, namun tetap mengenyangkan sering menjadi pilihan banyak orang selama bulan Ramadhan. Tidak semua orang ingin berbuka di restoran besar atau tempat makan yang ramai. Sebagian justru lebih memilih kedai makan yang santai dengan menu rumahan yang akrab di lidah.
Di Ponorogo, salah satu tempat yang sering menjadi tujuan berbuka dengan suasana santai adalah Kedai Makan Sido Mulyo. Berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo nomor 78, kedai makan ini dikenal dengan konsepnya yang sederhana namun bersahabat bagi semua kalangan.
Salah satu keunggulan utama dari Kedai Makan Sido Mulyo adalah jam operasionalnya yang buka selama 24 jam penuh. Hal ini membuat pengunjung memiliki keleluasaan untuk datang kapan saja, baik saat waktu berbuka puasa, setelah salat tarawih, maupun sekadar nongkrong larut malam bersama teman.
Selama bulan Ramadhan, tempat ini sering menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin berbuka puasa dengan menu yang praktis dan terjangkau. Salah satu menu yang cukup populer adalah nasi campur yang dikenal dengan sebutan “nasi printilan”. Meski tampilannya terlihat sederhana dengan berbagai lauk kecil di dalam satu piring, justru di situlah letak keunikan dan daya tariknya.
Dalam satu porsi nasi printilan, pengunjung akan menemukan beragam lauk yang tersaji dalam porsi kecil namun beragam. Mulai dari kentang balado yang pedas gurih, orek tempe yang manis dan renyah, oseng mie yang sederhana namun nikmat, hingga olahan daging ayam yang menambah cita rasa gurih dalam satu hidangan. Kombinasi berbagai lauk tersebut membuat satu piring nasi terasa lengkap dan memuaskan, terutama setelah seharian menjalani puasa.
Menariknya lagi, menu ini ditawarkan dengan harga yang sangat terjangkau. Dengan sekitar Rp19 ribu saja, pengunjung sudah bisa menikmati satu porsi nasi printilan lengkap dengan segelas es teh yang menyegarkan.
Harga yang ramah di kantong ini menjadikan kedai tersebut sering dikunjungi oleh pelajar, mahasiswa, hingga pekerja yang ingin berbuka puasa tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.
Selain menu nasi printilan, Kedai Makan Sido Mulyo juga memiliki menu minuman dan camilan yang cukup menarik untuk melengkapi momen berbuka puasa. Salah satu yang cukup khas adalah es pisang ijo yang menjadi favorit banyak pelanggan.

Hidangan ini menyajikan pisang yang dibalut adonan hijau lembut, disajikan dengan kuah manis yang menyegarkan serta tambahan es yang membuatnya terasa nikmat sebagai menu pembuka saat berbuka.
Tak hanya itu, kedai ini juga menyediakan berbagai pilihan minuman segar yang cocok untuk melepas dahaga setelah seharian berpuasa. Beragam minuman tersebut menjadi pelengkap yang membuat suasana berbuka terasa lebih santai dan menyenangkan, apalagi jika dinikmati sambil bercengkerama dengan teman atau keluarga.

Suasana kedai yang sederhana justru memberikan kesan hangat dan akrab bagi para pengunjung. Banyak orang datang tidak hanya untuk makan, tetapi juga untuk sekadar nongkrong santai tanpa terburu-buru. Dengan jam buka yang tidak terbatas, tempat ini sering menjadi lokasi berkumpul setelah tarawih hingga larut malam.
Di tengah berbagai pilihan kuliner modern yang bermunculan, Kedai Makan Sido Mulyo tetap mempertahankan konsep kuliner sederhana yang merakyat. Menu nasi printilan yang murah, suasana santai, serta jam operasional 24 jam membuat tempat ini menjadi alternatif menarik bagi warga Ponorogo yang ingin menikmati momen berbuka puasa dengan cara yang sederhana namun tetap berkesan.





