AswajaNews – Harga komoditas ikan asin teri di wilayah Jawa Timur menunjukkan perbedaan cukup mencolok antar daerah. Berdasarkan pemantauan terbaru dari Siskaperbapo Jatim milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur, terdapat sejumlah daerah yang mencatat harga di atas rata-rata provinsi.
Komoditas ikan teri diprediksi banyak diburu oleh masyarakat jelang lebaran karena dianggap awet dan praktis untuj dijadikan santapan selama libur lebaran.
Data yang dihimpun pada 10 Maret 2026 pukul 15.46 WIB dari 38 kabupaten/kota menunjukkan bahwa harga rata-rata ikan asin teri di Jawa Timur berada di angka Rp. 78.497 per kilogram.
Dari pemantauan tersebut, setidaknya terdapat 22 daerah yang mencatat harga di atas rata-rata provinsi untuk komoditas ini. Harga tertinggi tercatat di Kabupaten Jember yang mencapai Rp. 110.000 per kilogram. Sementara itu, harga terendah berada di Kabupaten Lumajang dengan kisaran Rp. 35.000 per kilogram.
Di Kabupaten Ponorogo, harga ikan teri asin tercatat Rp. 75.500 per kilogram, atau masih di bawah rata-rata harga provinsi. Kondisi ini menunjukkan harga di Ponorogo relatif lebih terjangkau dibandingkan sejumlah daerah lain di Jawa Timur.
Sebaliknya, daerah tetangga yakni Kota Madiun justru mencatat harga yang cukup tinggi dengan rata-rata Rp. 96.666 per kilogram, jauh di atas rata-rata provinsi serta menempati posisi keempat tertinggi di Jawa Timur.
Perbedaan harga antar daerah ini biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti ketersediaan pasokan ikan, jalur distribusi, serta permintaan pasar di masing-masing wilayah. Oleh karena itu, pemantauan harga secara berkala terus dilakukan untuk memastikan stabilitas komoditas pangan di Jawa Timur tetap terjaga.





