AswajaNews – Dalam rangka memperingati Harlah ke-2, Media Santri Ponorogo (MSP) menginisiasi Festival Santri Ponorogo 2026 sebagai ruang apresiasi sekaligus kompetisi kreatif bagi santri di Kabupaten Ponorogo, Sabtu (07/03/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan di Akafarma Sunan Giri Ponorogo ini tidak hanya menjadi perayaan hari lahir komunitas, tetapi juga momentum untuk memperkuat literasi digital santri serta meningkatkan kualitas produksi konten yang bernilai dakwah dan edukasi.
Emka Nujhan Farhani, Ketua MSP menjelaskan bahwa festival ini juga bertujuan menjaring seluruh media pondok pesantren di Ponorogo agar dapat membangun kolaborasi bersama ke depan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mempertemukan media pondok se-Ponorogo agar bisa saling mengenal dan berkolaborasi dalam pengembangan media santri,” ungkapnya.
Festival Santri Ponorogo 2026 mengusung tema “Ramadhan di Pesantren: Menumbuhkan Iman, Menguatkan Ukhuwah.” Tema ini menggambarkan kehidupan Ramadhan di pesantren sebagai ruang memperkuat keimanan sekaligus mempererat hubungan antar santri.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai media pondok pesantren di Ponorogo, khususnya yang berada di bawah naungan PC RMI NU Ponorogo. Tercatat sebanyak 14 pesantren menjadi peserta videografi dan 30 orang menjadi peserta lomba fotografi.

Selain peserta lomba, panitia juga mengundang sekitar 26 pondok pesantren untuk menghadiri malam puncak kegiatan sebagai perwakilan media pondok. Beberapa pondok pesantren tersebut antara lain, Pesantren Vokasi Merbabu, PP Darul Huda Mayak, PP Al Islam Joresan, PP An Najiyah Lengkong, PP Ittihadul Ummah Jarakan, dan lainnya.
Adapun pememang lomba videografi diraih oleh PP Darul Huda Mayak sebagai juara 1, disusul PP Arrisalah Putra dan PP Al Islam Joresan sebagai juara ke-3.
Panitia berharap kegiatan ini mampu mendorong kreativitas santri dalam bidang media digital sekaligus menjadi wadah silaturahmi antar media pesantren.
“Harapannya kegiatan ini dapat memotivasi santri untuk terus berkarya serta memperkuat peran media pesantren sebagai sarana dakwah dan edukasi,” tambah Emka.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan Akafarma Ponorogo kepada masyarakat serta mendukung program 1000 Santri Farmasi.
Melalui Festival Santri Ponorogo 2026, Media Santri Ponorogo berharap ekosistem media pesantren di daerah ini semakin berkembang dan mampu menjadi media dakwah digital yang inspiratif bagi generasi santri.





