RAMADHAN DAN KESAKINAHAN KELUARGA: MENAMBAL RETAK, MENJEMPUT BERKAH


Oleh: Drs. H. Maftuh Basuni, M.H. (Wakil Ketua PCNU Ponorogo dan Humas Pengadilan Agama Ponorogo).

*********

​Ramadhan adalah bulan “tarbiyah” (pendidikan). Jika kita berbicara tentang keberhasilan puasa, indikatornya bukan hanya seberapa sering kita khatam Al-Qur’an, tetapi juga seberapa teduh suasana di dalam rumah kita. Mengapa? Karena agama Islam dibangun di atas fondasi keluarga. Jika keluarga rapuh, maka rapuh pula tatanan umat.

1. Realita di Ponorogo: Sebuah Refleksi.
​Mari kita tengok data faktual dari Pengadilan Agama (PA) Ponorogo sebagai bahan muhasabah kita. Data tahun 2025 menunjukkan angka perceraian di “Kota Reog” ini mencapai 1.683 kasus. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 1.633 perkara.
​Ada beberapa poin miris yang patut kita renungkan dari data tersebut:

  • ​60% Dipicu Masalah PMI: Mayoritas perceraian di Ponorogo melibatkan latar belakang Pekerja Migran Indonesia (PMI). Jarak (LDR) seringkali menjadi celah masuknya ketidakpercayaan dan konflik.
  • ​Dominasi Cerai Gugat: Pihak istri lebih banyak mengajukan gugatan karena merasa suami kurang bertanggung jawab dalam memberikan nafkah atau menyalahgunakan uang kiriman (untuk judi dan miras).
  • ​Usia Muda: Banyak pasangan di bawah 25 tahun yang memilih berpisah karena labilnya emosi dan ketidaksiapan ekonomi.

​Data ini adalah “lampu kuning” bagi kita. Banyak rumah tangga yang kehilangan sakinah (ketenangan) justru di tengah masyarakat kita yang religius.

2. Memahami Makna Sakinah dalam Al-Qur’an.
​Allah SWT telah merancang pernikahan sebagai sumber ketenangan. Dalam surat Ar-Rum ayat 21, Allah berfirman:
وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةًۗ
​“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram (litaskunu) kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih (mawaddah) dan sayang (warahmah)…”

​Kata “litaskunu” (untuk merasa tenang) memiliki akar kata yang sama dengan masakin (tempat tinggal). Artinya, pasangan hidup seharusnya menjadi “rumah” tempat pulang, bukan sumber ketakutan atau kemarahan. Ramadhan datang untuk mengembalikan fungsi “rumah” tersebut melalui ibadah bersama.

3. Keberkahan Ramadhan sebagai Solusi Keluarga.
​Bagaimana Ramadhan bisa menambal retakan dalam keluarga? Ada tiga berkah utama:

Pertama: Berkah Pengampunan (Al-Maghfirah)
Rasulullah SAW bersabda:
من صام رمضان إيماناواحتسابا غفرالله ما تقدم من ذنبه.
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari & Muslim).
Jika Allah saja Maha Pengampun, mengapa kita begitu sulit memaafkan kesalahan pasangan? Ramadhan adalah momen untuk saling melepaskan ego dan saling memaafkan (islah).

Kedua: Berkah Kelembutan Hati.
Penyebab utama perceraian di PA Ponorogo adalah perselisihan yang tajam. Padahal, Rasulullah SAW mengingatkan:
إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِأَهْلِ بَيْتٍ خَيْرًا أَدْخَلَ عَلَيْهِمُ الرِّفْقَ.
​”Jika Allah menghendaki kebaikan bagi suatu keluarga, maka Allah akan memasukkan rasa kelembutan (rifq) ke dalam hati mereka.” (HR. Ahmad).
Puasa melatih rifq (kelembutan). Orang yang berpuasa dilarang berkata kotor dan bertengkar. Jika semangat ini dibawa ke meja makan saat sahur dan ke shaf shalat saat tarawih, maka ketegangan rumah tangga akan mencair.

Ketiga: Berkah Penjagaan dari Fitnah
Banyak kasus PMI di Ponorogo berujung cerai karena “orang ketiga” atau penyalahgunaan amanah. Ramadhan dengan perintah:
قواأنفسهم واهلكم نارا….
(Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka – QS. At-Tahrim: 6) – menuntut kita untuk saling menjaga komitmen meskipun jarak memisahkan.

4. Kesimpulan: Menjadikan Rumah sebagai Surga.

Jangan biarkan nama keluarga kita menambah statistik di Pengadilan Agama. Jadikan Ramadhan ini sebagai waktu untuk:

  • ​Memperbaiki Komunikasi: Luangkan waktu “deep talk” saat menunggu berbuka.
  • ​Transparansi Ekonomi: Amanah dalam mengelola nafkah, jauhkan dari judi dan maksiat.
  • ​Ibadah Berjamaah: Sujud bersama adalah lem terkuat bagi hati yang retak.

Semoga Allah SWT menjadikan keluarga kita keluarga yang Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah, yang dikumpulkan kembali di surga-Nya kelak.

wallahul muwafik illa aqwamithoriq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penguatan IHSG Menduduki Rekor Tertinggi Simak Beberapa Peran Penting Danantara

SITUS GACOR

slot88

rokokbet

situs gacor

slot88

rokokbet

SLOT88

slot gacor hari ini

Slot Gacor

LINK GACOR

Slot Resmi

SLOT88

SLOT88

SITUS GACOR

Slot Dana

https://bsj.uowasit.edu.iq/

Situs Toto

SITUS TOTO

Situs Toto

Situs Toto

TOTO 4D

TOTO 4D

Slot Dana

Slot Gacor

https://apcoreonlinejournal.org/

Slot Resmi

FOR4D