AswajaNews – Harga cabai rawit merah di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur kembali menunjukkan disparitas tinggi antarwilayah. Berdasarkan data pemantauan harga pangan provinsi per 20 Februari 2026 pukul 11.15 WIB, rata-rata harga cabai rawit merah di Jawa Timur tercatat Rp97.127 per kilogram.
Harga tertinggi tercatat di Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Jember yang mencapai Rp120.000/kg, disusul Banyuwangi Rp114.600/kg dan Kota Kediri Rp111.000/kg. Sementara harga terendah berada di Kota Mojokerto sekitar Rp72.000/kg.
Data tersebut menunjukkan harga cabai di beberapa daerah produsen maupun konsumen utama masih berada jauh di atas rata-rata provinsi, mencerminkan ketidakseimbangan distribusi dan pasokan antardaerah.
Jika dibandingkan dengan tingkat nasional, harga cabai rawit merah di Jawa Timur saat ini jauh lebih tinggi. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) mencatat harga cabai rawit merah nasional sekitar Rp77.685/kg pada pertengahan Februari 2026.
Bahkan menurut Badan Pangan Nasional, rata-rata nasional cabai rawit pada awal Februari berada di kisaran Rp68.836/kg.
Artinya, beberapa daerah di Jawa Timur mengalami harga hampir dua kali lipat dari rata-rata nasional.
Lonjakan harga di sejumlah pasar disinyalir akibat menjelang momen hari besar keagamaan dan meningkatnya permintaan rumah tangga. Di Surabaya, misalnya, harga cabai rawit sempat menembus Rp80.000/kg menjelang Imlek dan Ramadan
Lonjakan hingga Rp120.000/kg dalam kurang dari setahun menunjukkan sensitivitas komoditas ini terhadap faktor cuaca, pasokan, distribusi, dan momentum permintaan musiman.
Sehingga, stabilitas pasokan dan distribusi antarwilayah masih menjadi tantangan utama dalam pengendalian inflasi pangan daerah. Dengan disparitas harga yang tinggi dan tren kenaikan nasional, komoditas cabai diperkirakan tetap menjadi salah satu penyumbang tekanan harga pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Harga Cabai Rawit Merah di Jawa Timur Tembus Rp120 Ribu/kg, Tertinggi di Ngawi dan Jember





