Laporan Hisab & Rukyatul Hilal Ramadhan 1447 H: Observatorium Ibnu Syatir Al Islam Joresan

AswajaNews – Menjelang datangnya bulan suci yang dinanti, Observatorium Ibnu Syatir Al Islam Joresan kembali menjadi pusat perhatian dalam penentuan awal bulan hijriah.

Berdasarkan data hisab yang disusun oleh tim ahli dan praktisi falakiyah, berikut adalah laporan teknis mengenai visibilitas hilal untuk penentuan 1 Ramadhan 1447 H.

​Melalui perhitungan matematis-astronomis (hisab) yang presisi, kondisi langit di titik koordinat Observatorium Ibnu Syatir pada saat Matahari terbenam adalah sebagai berikut:

  • ​Waktu Maghrib: 17:59 WIB
    ​Tinggi Hilal: -0, 56′, 50,47”
  • ​Posisi: Hilal berada di bawah ufuq (horizon).

Analisis Pakar Falakiyah

Dr. Ahmad Junaidi, S.Ag., MH., selaku Tim Ahli Falakiyah Observatorium Ibnu Syatir, memberikan pemaparan mendalam terkait kondisi astronomis ini. Menurut beliau, data tersebut menunjukkan bahwa kriteria visibilitas hilal sama sekali tidak terpenuhi.

“Secara ilmiah, posisi hilal yang berada di angka minus menunjukkan bahwa bulan terbenam lebih dahulu daripada matahari. Dalam kondisi ini, Imkanur Rukyah (kemungkinan melihat hilal) secara fisik adalah mustahil. Oleh karena itu, kita merujuk pada kaidah Istikmal, yaitu menyempurnakan bilangan bulan Sya’ban menjadi 30 hari,” ujar Dr. Ahmad Junaidi.

​Beliau juga menekankan bahwa hasil hisab ini merupakan panduan akurat yang akan diperkuat dengan observasi lapangan (Rukyatul Hilal) sebagai bentuk ikhtiar syar’i dan edukasi bagi santri.

Kesimpulan Penentuan

Berdasarkan data hisab dan analisis pakar tersebut, maka diputuskan:

– Pelaksanaan Rukyatul Hilal: Akan dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Februari 2026, di Observatorium Ibnu Syatir sebagai bagian dari praktik lapangan dan penguatan data.

– Awal Ramadhan: Berdasarkan kaidah penyempurnaan bulan (Istikmal), maka 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026.

Bagi siswa-siswi MA Al Islam Joresan, bimbingan langsung dari pakar seperti Dr. Ahmad Junaidi menjadi momen krusial untuk mengaplikasikan teori kelas ke dalam praktik nyata. Mereka dilatih menghitung posisi benda langit, membaca data astronomis, serta mengasah ketelitian dalam menentukan waktu ibadah yang berdampak luas bagi masyarakat.

​Melalui kegiatan ini, Observatorium Ibnu Syatir Al Islam Joresan membuktikan diri sebagai tempat rukyat yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga terus mengembangkan keilmuan falak demi kemaslahatan umat Islam di masa depan.*** (IIM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Penguatan IHSG Menduduki Rekor Tertinggi Simak Beberapa Peran Penting Danantara

SITUS GACOR

slot88

rokokbet

situs gacor

slot88

rokokbet

SLOT88

slot gacor hari ini

Slot Gacor

LINK GACOR

Slot Resmi

SLOT88

SLOT88

SITUS GACOR

Slot Dana

https://bsj.uowasit.edu.iq/

Situs Toto

SITUS TOTO

Situs Toto

Situs Toto

TOTO 4D

TOTO 4D

Slot Dana

Slot Gacor

https://apcoreonlinejournal.org/

Slot Resmi

FOR4D