Aswajanews – Ponorogo – Suasana religius dan penuh khidmat menyelimuti Pondok Pesantren Al Bukhori Mangunan, Kecamatan Sampung, Ponorogo, saat Asosiasi Santri Lirboyo Asli Ponorogo (Assalaf) menggelar kegiatan Lailatus Sholawat, pada Rabu malam, (11/02/26). Acara ini dihadiri ratusan jamaah yang terdiri dari para santri, alumni yang tergabung Himasal, pimpinan pesantren Al Bukhori, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.
Kegiatan Lailatus Sholawat tersebut digelar sebagai bentuk mahabbah (cinta) kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus mempererat tali silaturahmi antar-santri Lirboyo dari Ponorogo. Sejak selepas salat Isya, para jamaah mulai memadati area pesantren dengan penuh antusias.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan lantunan sholawat yang dipimpin oleh tim hadrah Asosiasi Santri Lirboyo dan mauidhoh hasanah. Suara rebana yang berpadu dengan gema sholawat menggugah semangat spiritual para jamaah.
Ketua Assalaf Ponorogo, Kang Imam Syafi’i dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. “Melalui Lailatus Sholawat ini, kami berharap para santri dan alumni Lirboyo tetap menjaga nilai-nilai keilmuan, akhlak, dan kebersamaan yang telah ditanamkan di pesantren,” ucapnya.
M. Taufan Ludfi, S.Pd.I atas nama shohibul bait Pondok Pesantren Al Bukhori Mangunan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Semoga kegiatan ini dapat terus digelar secara rutin sebagai sarana syiar Islam dan pembinaan generasi muda,” ujarnya.
Masih dalam kesempatan yang sama, Ketua Himasal Ponorogo Kyai M. Yasin, M.Pd.I dalam sambutannya mengatakan, “Kegiatan seperti ini dapat terus menjadi wadah mempererat persaudaraan santri Lirboyo, dan dengan lailatus sholawat dapat menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW di tengah kehidupan bermasyarakat,” katanya.
Sementara itu, K.H. Dzulbastoh dalam salah satu mauidhoh hasanahnya menjelaskan, “Santri Lirboyo khususnya yang tergabung dalam Assalaf Ponorogo untuk terus berjuang menuntut ilmu. Selain itu, untuk selalu mengamalkan Ahlussunah wal Jama’ah (NU) dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai pesantren,” terangnya, yang juga alumnus Lirboyo.
Para jamaah tampak larut dalam lantunan sholawat, memanjatkan doa untuk keberkahan bangsa, keselamatan daerah, serta kemaslahatan umat. Kegiatan Lailatus Sholawat ditutup menjelang tengah malam dengan doa dan ramah tamah antar santri.***
Kontributor: A. Sofyan
Asosiasi Santri Lirboyo Asli Ponorogo Gelar Lailatus Sholawat di Ponpes Al Bukhori Mangunan





