Aswajanews – Dalam rangka mengimplementasikan kurikulum unggulan di bidang Ilmu Falak, MA Al Islam Joresan Ponorogo menyelenggarakan kegiatan praktikum hisab penentuan awal bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Pendopo Al Islam Joresan, dan menjadi salah satu agenda akademik strategis bagi santri.
Sebanyak 260 siswa kelas V (XI MA) terlibat aktif dalam kegiatan tersebut. Praktikum dipandu langsung oleh guru Ilmu Falak senior, Ust. Syafruddin Rusdi, didampingi oleh jajaran guru pendamping. Para santri diajak untuk mengolah data astronomi, menghitung posisi matahari dan bulan, serta memproyeksikan kemungkinan awal Ramadhan berdasarkan metode hisab yang telah dipelajari secara berjenjang sejak kelas IV hingga kelas VI.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata penerapan teori ke dalam praktik, sekaligus mengasah ketelitian, logika, dan tanggung jawab ilmiah santri dalam menentukan waktu-waktu ibadah umat Islam.
Antusiasme dan Respons Siswa
Antusiasme santri terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Bagi mereka, praktikum hisab bukan sekadar tugas akademik, melainkan pengalaman intelektual yang menantang sekaligus membanggakan.
Nayyef Al Hafi, salah satu siswa kelas V, mengungkapkan bahwa praktik langsung dalam menghisab materi Ilmu Falak lebih mudah dipahami.
“Praktik seperti ini membuat pelajaran yang biasanya hanya berupa rumus menjadi lebih nyata. Kami dituntut teliti karena satu kesalahan angka saja bisa memengaruhi hasil penentuan awal Ramadhan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Rajief Muqoffa.
“Awalnya Ilmu Falak terasa sulit, tetapi dengan bimbingan ustaz dan guru-guru, kami jadi memahami cara menentukan waktu ibadah secara ilmiah. Ilmu ini sangat bermanfaat ketika nanti kami kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Kepala Madrasah MA Al Islam Joresan, Imron Ahmadi, S.Ag, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas kesungguhan para santri serta dedikasi para guru dalam menyukseskan kegiatan praktikum hisab ini.
“Saya sangat mengapresiasi semangat para santri dan kerja keras para guru. Ilmu Falak bukan sekadar ilmu hitung, tetapi ilmu yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan umat. Melalui kegiatan ini, santri dilatih untuk teliti, jujur secara ilmiah, dan bertanggung jawab dalam menetapkan waktu ibadah,” ungkapnya.
Beliau menegaskan bahwa penguasaan Ilmu Falak merupakan salah satu keunggulan dan identitas MA Al Islam Joresan. “Kami berharap para santri mampu membawa ilmu ini ke tengah masyarakat, menjadi rujukan dalam penentuan awal bulan Hijriah, waktu salat, dan arah kiblat, serta mampu menjembatani antara sains dan syariat. Inilah kontribusi nyata madrasah dalam memandu umat,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, MA Al Islam Joresan menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap mengabdi di tengah masyarakat. Dengan penguasaan Ilmu Falak yang mumpuni, para santri diharapkan mampu menjadi pelopor dalam memandu umat terkait penentuan waktu ibadah secara ilmiah dan syar’i.
Hasil hisab yang diperoleh dalam praktikum ini diharapkan dapat menjadi acuan awal dalam memahami proyeksi awal Ramadhan 1447 H, sekaligus memperkuat peran MA Al Islam Joresan sebagai lembaga pendidikan Islam yang berorientasi pada keilmuan dan kemaslahatan umat. (iim)





