AswajaNews – Di tengah maraknya wisata kuliner modern, Soto Ayam Urub hadir sebagai oase rasa yang menghadirkan kembali kehangatan dapur rumah. Berlokasi di Jl. Ukel No. 39A, Ronowijayan, Kertosari, Babadan, Ponorogo, kedai sederhana bernama Kedai Urub ini justru mencuri perhatian.
Cita rasa soto klasiknya yang memadukan kesegaran kuah bening, rempah yang pas, serta sentuhan rumahan yang sulit ditemukan di tempat lain. Meski tampil sederhana, setiap mangkuk Soto Ayam Urub seolah membawa pengunjung kembali pada momen-momen sarapan hangat di rumah bersama keluarga.
Sejak buka mulai pukul 06.00 hingga “tetes terakhir”, Soto Ayam Urub hampir tak pernah sepi. Aroma gurih yang keluar dari dapurnya seakan menjadi undangan tersendiri bagi siapa saja yang melintas. Rasa hangat yang dihadirkan bukan hanya dari kuahnya, tetapi juga dari suasana kedainya yang tenang dan ramah, membuat banyak pengunjung merasa seakan sedang makan di rumah sendiri.
Soto Ayam Urub dikenal dengan kuah bening segarnya yang tetap kaya rempah. Tidak terlalu berat, namun menyisakan kedalaman rasa yang membuat setiap suapan terasa penuh makna. Pengunjung dapat memilih tambahan telur sesuai selera, atau menikmati makanan pendamping seperti perkedel, sundukan ayam, tempe goreng, dan beberapa lauk sederhana lain yang semakin memperkaya pengalaman makan. Sentuhan kecil seperti pilihan lauk pendamping ini membuat kedai tersebut menjadi favorit berbagai kalangan, mulai dari pekerja pagi hingga keluarga yang mencari sarapan menenangkan.
Keunikan lain dari kedai ini adalah konsep rasa “rumahan” yang terasa konsisten dari awal hingga akhir. Tidak ada kemewahan atau tampilan berlebihan, namun justru kesederhanaan itulah yang membuat Soto Ayam Urub memiliki tempat khusus di hati pelanggan. Kedai ini seakan mengingatkan bahwa cita rasa terbaik tidak selalu harus berasal dari resep rumit atau bahan mahal, melainkan dari ketulusan memasak dan tradisi yang dijaga dari generasi ke generasi.
Pengunjung yang datang kerap menggambarkan bahwa Soto Ayam Urub bukan sekadar makanan, tetapi pengalaman. Saat duduk ditemani aroma kuah panas yang naik dari mangkuk, sebagian besar pelanggan merasa menemukan ketenangan yang jarang mereka dapatkan di tengah aktivitas sehari-hari. Karena itu, banyak yang datang berulang kali hanya untuk merasakan kembali kehangatan yang sama.
Dengan karakter rasa yang konsisten dan suasana kedai yang nyaman, Soto Ayam Urub telah menjelma menjadi salah satu kuliner wajib coba di Ponorogo. Tempat ini cocok bagi siapa saja yang mencari rasa hangat, sederhana, namun berkesan.
Kedai Urub tutup setiap hari Senin, namun di hari-hari lainnya, kedai ini siap menyambut pengunjung sejak pagi dengan kehangatan rasa yang selalu dinanti. Bagi para pecinta kuliner tradisional, Soto Ayam Urub adalah destinasi sarapan yang sayang untuk dilewatkan.*** (Fauza)





