AswajaNews – Muntilan tak hanya dikenal sebagai kota yang menyimpan jejak sejarah panjang, tetapi kini juga menawarkan cara baru untuk menikmatinya melalui pengalaman wisata yang sehat, santai, dan sarat makna.
Wisata Sepeda Moentilan atau Moentilan Bersepeda hadir sebagai alternatif rekreasi yang memadukan aktivitas fisik dengan perjalanan menelusuri kisah-kisah masa lalu yang hidup di setiap sudut kota.
Berbeda dari wisata sepeda pada umumnya, Moentilan Bersepeda tidak semata mengajak pengunjung mengayuh pedal dari satu titik ke titik lain. Konsep yang diusung adalah bersepeda, berjalan, dan bercerita. Selama perjalanan, peserta diajak menyusuri kawasan-kawasan yang memiliki nilai sejarah dan budaya, mulai dari bangunan kolonial, kawasan Pecinan, hingga bentang alam pedesaan yang masih terjaga keasriannya.
Sensasi bersepeda santai di Muntilan terasa istimewa karena rute yang dilalui dirancang agar tidak melelahkan. Kayuhan dilakukan dengan tempo pelan, memberi ruang bagi peserta untuk menikmati suasana sekitar sekaligus menyerap cerita yang disampaikan.
Menariknya, Wisata Sepeda Moentilan juga menawarkan beberapa pilihan rute yang dapat disesuaikan dengan minat peserta. Ada rute yang menonjolkan jejak kolonial, rute kawasan dengan nuansa klasik, hingga jalur pedesaan yang memperlihatkan wajah Muntilan yang tenang dan bersahaja. Salah satu daya tarik yang banyak diminati adalah rute napak tilas lokasi syuting serial “Gadis Kretek”, yang menyuguhkan suasana kota kecil yang tenang, estetik, dan penuh cerita.
Keunikan wisata ini terletak pada pendekatannya yang humanis. Setiap sudut kota tidak hanya dilewati begitu saja, melainkan dihidupkan melalui cerita. Bangunan lama, jalan kecil, hingga lingkungan sekitar menjadi bagian dari narasi besar tentang sejarah Muntilan.
Lokasi Wisata Sepeda Moentilan berada di Kendalgrowong, Gatakgamol, Pucungrejo, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang. Letaknya yang strategis menjadikannya mudah diakses dan berdekatan dengan berbagai destinasi wisata lain di sekitar Magelang dan Yogyakarta.
Selain menawarkan nilai rekreasi dan edukasi, wisata ini juga menjadi ruang refleksi di tengah ritme hidup yang serba cepat. Dengan bersepeda santai, peserta diajak melambat, mengamati, dan memahami lingkungan sekitar. Roda dua menjadi sarana yang ramah lingkungan sekaligus jembatan untuk mengenal sejarah secara lebih personal dan menyenangkan.
Bagi siapa pun yang mencari opsi wisata seru, dekat dari Yogyakarta, sekaligus memberi pengalaman baru, Moentilan Bersepeda layak masuk dalam daftar perjalanan berikutnya.*** (Fauza)





