AswajaNews – Jombang tidak hanya dikenal sebagai Kota Santri, tetapi juga memiliki sejumlah situs bersejarah yang layak dikenal lebih dekat. Jejak sejarah itu tersebar dalam bentuk candi, petirtaan, hingga situs arkeologis yang menunjukkan bahwa wilayah ini menyimpan lapisan masa lalu yang lebih kaya daripada yang kerap dibayangkan. Data Satu Data Kabupaten Jombang bahkan mencatat ratusan benda, situs, dan kawasan cagar budaya yang dilestarikan, menandakan warisan sejarah daerah ini cukup luas dan terus mendapat perhatian.
Salah satu situs yang paling dikenal adalah Candi Arimbi atau Candi Ngrimbi di Kecamatan Bareng. Pemerintah Kabupaten Jombang menyebut candi ini sebagai peninggalan masa klasik dan juga menempatkannya sebagai salah satu jejak penting era Majapahit di Jombang. Keberadaan Candi Arimbi menunjukkan bahwa Jombang bukan hanya kuat dalam sejarah Islam dan pesantren, tetapi juga memiliki warisan sejarah dari masa Hindu-Buddha yang masih dapat dikenali hingga kini.
Selain itu, ada Petirtaan Sumber Beji yang memiliki posisi penting dalam peta cagar budaya Jombang. Dalam data Kemendikbud, Petirtaan Sumber Beji telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat provinsi, sementara Pemkab Jombang menyebut situs ini juga telah memperoleh pengakuan sebagai cagar budaya nasional. Status tersebut memperlihatkan bahwa situs ini bukan sekadar tempat bersejarah lokal, tetapi punya nilai penting yang diakui lebih luas.
Jombang juga memiliki situs arkeologis yang terus diteliti, seperti Situs Pandegong di Mojowarno dan Situs Watukucur di Mojoagung. Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI mencatat ekskavasi di Pandegong menemukan struktur bata kuno, sementara kajian di Watukucur menunjukkan beragam temuan seperti umpak, fragmen gerabah, keramik, dan batu andesit. Fakta ini menandakan bahwa sebagian warisan sejarah Jombang masih terus dibuka dan dipahami lewat penelitian, sehingga potensinya belum sepenuhnya tergali.***





