Kemiskinan Pacitan Turun, tetapi Masih Tinggi untuk Daerah Wisata

AswajaNews – Pacitan menunjukkan tren penurunan kemiskinan dalam lima tahun terakhir, tetapi levelnya masih relatif tinggi. Data BPS mencatat persentase penduduk miskin di Pacitan berada di 15,11 persen pada Maret 2021, lalu turun menjadi 13,80 persen pada 2022, 13,65 persen pada 2023, 13,08 persen pada 2024, dan kembali turun menjadi 12,97 persen pada 2025. Artinya, dalam empat tahun terakhir, angka kemiskinan Pacitan sudah turun 2,14 poin persentase.

Data terbaru yang tersedia di laman resmi BPS Pacitan sampai saat ini memang masih Maret 2025, dengan jumlah penduduk miskin mencapai 72,47 ribu jiwa atau 12,97 persen.

BPS juga mencatat angka 2025 itu turun 0,11 poin persentase dibanding 2024, ketika persentase kemiskinan berada di 13,08 persen dengan jumlah penduduk miskin 73,03 ribu jiwa. Jadi, perbaikannya masih berlanjut, tetapi lajunya cenderung melambat dibanding penurunan yang lebih besar pada periode 2021–2022.

Kalau dibandingkan per tahun, pola penurunannya memang tidak sama kuat. Dari 2021 ke 2022, kemiskinan turun 1,31 poin persentase. Dari 2022 ke 2023, penurunannya hanya 0,15 poin.

Dari 2023 ke 2024, turun lagi 0,57 poin, lalu dari 2024 ke 2025 hanya 0,11 poin. Ini menunjukkan bahwa Pacitan membaik, tetapi penurunan kemiskinannya belum bergerak cepat dan merata dari tahun ke tahun.

Di sisi lain, Pacitan juga mencatat pertumbuhan ekonomi yang menguat. BPS merilis ekonomi Pacitan tumbuh 6,35 persen pada 2025, setelah sebelumnya 4,34 persen pada 2024, dengan struktur ekonomi masih ditopang sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 26,88 persen dari PDRB.

Ini membuat pertanyaan besarnya tetap relevan: apakah pertumbuhan ekonomi dan geliat pariwisata sudah benar-benar cukup kuat menjangkau rumah tangga miskin, atau manfaatnya masih lebih terasa di sektor-sektor tertentu.

Dengan kata lain, data terbaru memberi dua pesan sekaligus. Kabar baiknya, kemiskinan Pacitan terus menurun hingga 12,97 persen pada 2025.

Namun tantangannya juga jelas: untuk ukuran kabupaten yang aktif mendorong wisata dan ekonomi lokal, tingkat kemiskinan itu masih cukup tinggi. Karena itu, isu berikutnya bukan hanya soal pertumbuhan, tetapi soal seberapa jauh hasil pertumbuhan itu benar-benar sampai ke rumah tangga miskin.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penguatan IHSG Menduduki Rekor Tertinggi Simak Beberapa Peran Penting Danantara

SITUS GACOR

slot88

rokokbet

situs gacor

slot88

rokokbet

SLOT88

slot gacor hari ini

Slot Gacor

LINK GACOR

Slot Resmi

SLOT88

SLOT88

SITUS GACOR

Slot Dana

https://bsj.uowasit.edu.iq/

Situs Toto

SITUS TOTO

Situs Toto

Situs Toto

TOTO 4D

TOTO 4D

Slot Dana

Slot Gacor

https://apcoreonlinejournal.org/

Slot Resmi

FOR4D