AswajaNews – Magetan masih mencatat perbaikan pasar kerja hingga 2025. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Magetan turun dari 4,16 persen pada 2023 menjadi 3,28 persen pada 2024, lalu kembali turun menjadi 3,26 persen pada 2025.
Angka ini menandakan bahwa pemulihan ketenagakerjaan di Magetan masih berlanjut dalam dua tahun terakhir.
Namun, bila dibandingkan lebih dekat, laju penurunannya mulai tidak secepat sebelumnya. Dari 2023 ke 2024, TPT turun 0,88 poin persentase. Sementara dari 2024 ke 2025, penurunannya hanya 0,02 poin persentase.
Ini memberi sinyal bahwa kondisi pasar kerja memang membaik, tetapi ruang penurunan pengangguran kini mulai lebih sempit dibanding fase pemulihan awal.
Data terbaru BPS juga menunjukkan gambaran lain yang menarik. Pada 2025, TPT laki-laki tercatat 2,50 persen, sedangkan TPT perempuan 4,21 persen. Selisih ini menunjukkan bahwa perbaikan pasar kerja belum terjadi secara merata, karena perempuan masih menghadapi tingkat pengangguran yang lebih tinggi dibanding laki-laki.
Karena itu, data terbaru memberi dua pesan sekaligus bagi Magetan. Kabar baiknya, pengangguran terbuka terus menurun hingga 2025.
Namun tantangan berikutnya bukan hanya menekan angka TPT, melainkan memastikan kualitas pemulihan kerja lebih merata dan lebih kuat, termasuk melihat lebih jauh apakah lapangan kerja yang tumbuh didominasi sektor formal atau justru masih bertumpu pada sektor informal jasa dan perdagangan kecil.
Untuk bagian terakhir ini, perlu pembacaan lanjutan dari publikasi ketenagakerjaan rinci BPS 2025.***





