AswajaNews – Magetan mencatat tren pertumbuhan ekonomi yang terus menguat dalam tiga tahun terakhir. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Magetan tumbuh 4,47 persen pada 2023, lalu naik menjadi 4,79 persen pada 2024, dan kembali meningkat ke 5,41 persen pada 2025.
Kenaikan bertahap ini memberi sinyal bahwa pemulihan ekonomi daerah tidak berhenti pada fase rebound, tetapi mulai bergerak ke pola pertumbuhan yang lebih kuat.
Dari sisi lapangan usaha, perubahan itu juga terlihat cukup jelas. Pada 2024, sektor dengan pertumbuhan tertinggi adalah transportasi dan pergudangan yang tumbuh 12,07 persen.
Setahun kemudian, pada 2025, pertumbuhan tertinggi bergeser ke jasa lainnya yang tumbuh 8,95 persen. Pergeseran ini menunjukkan bahwa mesin pertumbuhan Magetan tidak hanya datang dari sektor-sektor lama, tetapi mulai ditopang oleh aktivitas jasa, mobilitas, dan perputaran ekonomi yang lebih hidup.
Rilis BPS juga mencatat bahwa dari sisi pengeluaran, komponen yang tumbuh paling tinggi pada 2024 adalah pengeluaran konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) sebesar 11,50 persen.
Sementara pada 2025, komponen yang sama masih menjadi yang tertinggi dengan pertumbuhan 5,97 persen. Ini memperkuat gambaran bahwa konsumsi dan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat ikut menjadi penopang penting pertumbuhan daerah.
Dengan pola tersebut, Magetan tampak mulai bergerak menuju struktur ekonomi yang lebih dinamis. Basis ekonomi lama tetap penting, tetapi geliat transportasi, jasa, dan konsumsi menunjukkan adanya ruang tumbuh baru yang makin menonjol.
Dalam konteks pembangunan daerah, tren ini penting karena menandakan Magetan tidak hanya bertahan pada fondasi tradisional, melainkan mulai memperoleh tenaga baru dari sektor-sektor yang lebih dekat dengan mobilitas orang, layanan, dan aktivitas ekonomi harian.***




