AswajaNews – Mojokerto dikenal sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit, kerajaan besar yang pernah menguasai Nusantara pada abad ke-13 hingga 15. Kota ini menyimpan beragam situs purbakala yang menjadi magnet bagi wisatawan, peneliti, dan pecinta sejarah.
Di kawasan Trowulan, pengunjung dapat menemukan peninggalan sejarah seperti Candi Tikus dan Candi Brahu, yang menunjukkan kemegahan arsitektur Majapahit.
Candi-candi ini bukan hanya menjadi objek wisata, tetapi juga menjadi sumber penelitian penting bagi para arkeolog yang ingin memahami kehidupan masyarakat Majapahit.
Selain itu, Situs Kumitir sering menjadi sorotan karena penemuan kerangka manusia purba yang menambah pemahaman tentang kehidupan dan ritual masyarakat di masa Majapahit.
Situs ini memberikan wawasan mendalam mengenai budaya, pemakaman, dan struktur sosial pada era kerajaan yang berpengaruh di Nusantara.
Pemerintah Mojokerto dan lembaga budaya setempat aktif melestarikan situs-situs ini melalui pengembangan jalur wisata sejarah, informasi edukatif, dan program pelatihan pemandu wisata.
Hal ini bertujuan agar pengunjung tidak hanya menikmati keindahan situs, tetapi juga memahami nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.
Dengan kombinasi arsitektur megah Majapahit dan penemuan arkeologi unik, Trowulan dan Situs Kumitir menjadikan Mojokerto sebagai destinasi penting bagi wisata sejarah dan edukasi, sekaligus memperkuat citra kota sebagai pusat warisan budaya Indonesia.***





