AswajaNews – Kabupaten Kediri kembali merayakan momen bersejarahnya dengan rangkaian budaya yang sarat makna dalam memperingati Hari Jadi ke-1222.
Puncak acara digelar melalui tradisi Niti Sowan Harijing dan Arak Ketupat, yang menyedot perhatian warga dan wisatawan yang hadir.
Niti Sowan Harijing merupakan prosesi tradisional untuk menghormati leluhur dan sesepuh Kediri, sekaligus sebagai bentuk syukur atas perjalanan sejarah kabupaten yang panjang. Tradisi ini menampilkan budaya khas Kediri dengan penuh khidmat dan kehangatan.
Sementara itu, Arak Ketupat menambah warna dalam perayaan dengan ritual mengarak ketupat yang merupakan simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat Kediri.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga meningkatkan kebanggaan lokal sekaligus memperkuat identitas budaya Kediri.
Bupati Kediri menekankan pentingnya melestarikan tradisi agar generasi muda tetap mengenal akar budaya mereka.
“Hari Jadi Kabupaten Kediri adalah momentum untuk mengenang sejarah sekaligus menumbuhkan semangat persatuan melalui budaya,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-1222 ini diperkaya dengan berbagai atraksi seni dan budaya lain, mulai dari pertunjukan kesenian lokal hingga pameran kuliner tradisional. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menarik wisatawan dan menumbuhkan ekonomi kreatif di Kabupaten Kediri.
Dengan tradisi yang memikat dan rangkaian kegiatan yang meriah, perayaan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1222 tahun 2026 menjadi bukti hidupnya budaya lokal sekaligus daya tarik wisata budaya yang patut dicatat.***





