AswajaNews – Di Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi (Jawa Timur) terdapat sebuah situs bersejarah yang kini menarik perhatian peneliti dan pihak pemerintah. Situs tersebut dikenal sebagai Situs Kraton Gadhing Gendingan, yang dianggap sebagai salah satu peninggalan penting masa lalu yang berkaitan dengan struktur pemerintahan lokal di wilayah Ngawi bagian barat.
Menurut cerita sejarah lokal dan kajian awal oleh Tim Bedah Sejarah Ngawi wilayah barat, Kraton Gadhing Gendingan dulunya diduga digunakan sebagai tempat persinggahan tamu kraton atau pusat administratif sebelum tamu utama diantar ke Adipati Gendingan — salah satu tokoh penting dalam sejarah pemerintahan Ngawi pada masa pra‑kolonial.
Penuturan ini disampaikan oleh Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono dalam acara peletakan batu pertama pembangunan Pendopo Kraton Gadhing yang digelar di Dusun Gendingan Lor pada awal tahun 2023. Bupati menyatakan bahwa keberadaan situs ini menunjukkan bahwa wilayah Ngawi bagian barat memiliki jejak sejarah pemerintahan lokal yang penting dan kultur sejarah yang harus dilestarikan.
Meski kisah yang berkembang menunjukkan bahwa Kraton Gadhing mungkin berfungsi sebagai tempat penerimaan tamu atau pusat administrasi, para peneliti dan ahli sejarah lokal menekankan bahwa interpretasi ini masih bersifat prediksi awal. Untuk itu, saat ini dilakukan riset sejarah lanjutan dan kajian yang lebih mendalam untuk memperoleh data yang lebih kuat dan sistematis tentang fungsi asli situs ini pada masa lalu.
Riset ini melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah daerah, tim sejarah lokal, akademisi, serta tokoh masyarakat untuk menelaah tidak hanya sumber lisan, tetapi juga dokumen sejarah serta potensi artefak yang mungkin berada di lokasi.
Sebagai bagian dari usaha untuk mengenalkan kembali sejarah lokal kepada generasi masa kini, pemerintah Kabupaten Ngawi bersama tim sejarah memulai pembangunan pendopo di kawasan situs Kraton Gadhing Gendingan. Pendopo ini diharapkan menjadi pusat kegiatan edukatif dan sarana interpretasi sejarah, sehingga masyarakat luas bisa mengetahui nilai budaya dan sejarah yang terkandung dalam situs ini.
Bupati Ngawi berharap bahwa pengembangan situs ini tidak hanya bermanfaat dari sisi pelestarian sejarah, tetapi juga dapat menjadi daya tarik ekonomi kreatif dan wisata budaya di Kabupaten Ngawi bagian barat.
Keberadaan Situs Kraton Gadhing Gendingan, meskipun masih dalam tahap kajian ilmiah, telah menjadi bagian penting dalam upaya menggali identitas sejarah Ngawi di luar rujukan sejarah yang lebih umum. Situs ini diyakini memberikan gambaran awal tentang bagaimana struktur pemerintahan dan interaksi politik dilakukan di masa lampau, termasuk hubungan antara pusat pemerintahan dan wilayah administratif di sekitarnya.
Dengan dukungan riset yang terus berkembang dan partisipasi masyarakat, situs ini berpeluang menjadi salah satu titik sejarah penting yang tidak hanya dilestarikan, tetapi juga diintegrasikan dalam narasi sejarah Kabupaten Ngawi secara lebih luas.***





