AswajaNews – Tradisi budaya Mlaku Suran dan Sedekah Laut akan kembali digelar di Pacitan pada 15 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang sarat nilai spiritual dan kearifan lokal, sekaligus menarik perhatian wisatawan.
Perayaan Mlaku Suran dan Sedekah Laut merupakan wujud rasa syukur masyarakat kepada Tuhan atas hasil laut serta keselamatan yang diberikan kepada para nelayan.
Mlaku Suran identik dengan kegiatan berjalan kaki secara bersama-sama sebagai simbol refleksi diri dan doa. Tradisi ini biasanya dilakukan dengan khidmat oleh masyarakat setempat, terutama dalam menyambut bulan Suro dalam penanggalan Jawa.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ritual budaya, tetapi juga mempererat kebersamaan antarwarga.
Sementara itu, Sedekah Laut menjadi puncak acara yang paling dinantikan. Dalam prosesi ini, masyarakat melarung sesaji ke laut sebagai simbol rasa syukur atas rezeki yang diperoleh dari hasil tangkapan ikan.
Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat pesisir Pacitan.
Pelaksanaan Mlaku Suran dan Sedekah Laut juga menjadi magnet bagi wisatawan, baik lokal maupun luar daerah. Selain menyaksikan prosesi adat, pengunjung juga dapat menikmati keindahan pantai serta beragam kuliner khas Pacitan.
Pemerintah daerah setempat memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan potensi pariwisata dan budaya daerah.
Kegiatan ini turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga. Kehadiran wisatawan meningkatkan aktivitas perdagangan, mulai dari UMKM hingga sektor jasa seperti penginapan dan transportasi.
Dengan demikian, Mlaku Suran dan Sedekah Laut tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat.***





