AswajaNews – Pesisir utara Jawa Tengah menyimpan berbagai destinasi wisata alam yang menarik untuk dijelajahi. Salah satu yang mulai banyak dilirik wisatawan adalah Pantai Watu Layar.
Pantai yang berada di wilayah Kabupaten Rembang ini menawarkan perpaduan panorama laut yang indah, suasana yang tenang, serta kisah legenda yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.
Pantai Watu Layar terletak di Desa Bonang, Kecamatan Lasem, sekitar 20 kilometer dari pusat Rembang. Lokasinya cukup strategis karena berada tidak jauh dari jalur utama pantura yang menghubungkan Rembang dan Tuban.
Keindahan Pantai Watu Layar terlihat dari bentang alam pesisir yang masih alami. Hamparan pasir kecoklatan yang padat membentang di sepanjang garis pantai, berpadu dengan warna air laut yang tampak biru kehijauan. Pepohonan kelapa dan cemara laut yang tumbuh di sekitar kawasan pantai memberikan keteduhan.
Suasana pantai yang relatif tenang membuat tempat ini cocok dijadikan destinasi wisata keluarga. Ombak yang tidak terlalu besar memungkinkan wisatawan menikmati pemandangan laut dengan lebih santai, baik dengan berjalan menyusuri pantai maupun duduk di area yang telah disediakan.
Salah satu waktu terbaik untuk menikmati pesona Pantai Watu Layar adalah saat menjelang senja. Banyak wisatawan datang pada sore hari untuk menyaksikan pemandangan matahari terbenam yang memukau.
Dari sebuah bukit kecil di sekitar pantai, pengunjung dapat melihat panorama laut lepas dengan langit yang perlahan berubah menjadi jingga keemasan. Pemandangan kapal-kapal nelayan yang berlabuh di kejauhan semakin memperindah suasana senja di pantai ini.
Selain panorama alam yang memikat, Pantai Watu Layar juga menyimpan kisah legenda yang dikenal oleh masyarakat setempat. Nama pantai ini dipercaya berasal dari cerita rakyat tentang tokoh Dampo Awang yang konon pernah berlayar di wilayah tersebut dan terlibat perselisihan dengan tokoh penyebar agama Islam di daerah Lasem, yaitu Sunan Bonang. Dalam cerita tersebut disebutkan bahwa kapal Dampo Awang berubah menjadi batu yang bentuknya menyerupai layar kapal.
Batu besar yang menyerupai layar itulah yang kemudian dikenal sebagai “Watu Layar” dan menjadi ikon dari pantai ini. Banyak pengunjung yang menjadikan batu tersebut sebagai latar belakang foto karena bentuknya yang unik sekaligus memiliki nilai cerita sejarah yang menarik.
Dari segi fasilitas, kawasan pantai ini telah dilengkapi berbagai sarana pendukung yang cukup memadai. Pengunjung dapat memanfaatkan gazebo dan kursi santai yang tersedia di sekitar area pantai untuk beristirahat sambil menikmati pemandangan laut. Selain itu, terdapat pula fasilitas umum seperti toilet dan musala yang dapat digunakan oleh wisatawan selama berada di kawasan wisata.
Selain bersantai dan menikmati pemandangan, beberapa aktivitas lain juga bisa dilakukan di kawasan Pantai Watu Layar. Sebagian pengunjung memanfaatkan pantai ini untuk memancing di tepi laut atau sekadar berjalan menyusuri garis pantai.
Menariknya, untuk menikmati keindahan Pantai Watu Layar, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk. Wisatawan hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan, yakni sekitar Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil. Hal ini menjadikan pantai tersebut sebagai salah satu destinasi wisata yang cukup ramah bagi berbagai kalangan.
Dengan panorama laut yang indah, suasana yang tenang, serta kisah legenda yang melekat pada namanya, Pantai Watu Layar menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi di pesisir utara Jawa Tengah. Bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan pantai sambil merasakan suasana senja yang menenangkan, Pantai Watu Layar di Rembang dapat menjadi pilihan tempat berlibur yang berkesan.





