AswajaNews – Menjelang Hari Raya Idulfitri, harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Ponorogo terpantau masih mengalami fluktuasi. Meski di tingkat pedagang sempat terjadi penurunan harga dibanding beberapa waktu lalu, data resmi Siskaperbapo (Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok) justru menunjukkan bahwa harga cabai di Ponorogo masih menjadi yang tertinggi di Jawa Timur.
Berdasarkan data Siskaperbapo Provinsi Jawa Timur per 6 Maret 2026, rata-rata harga cabai rawit merah di Jawa Timur berada di angka Rp90.547 per kilogram.
Namun, harga rata-rata tertinggi justru tercatat di Kabupaten Ponorogo mencapai Rp107.500 per kilogram, sementara harga terendah berada di Kabupaten Blitar sebesar Rp76.000 per kilogram.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan harga dibanding periode sebelumnya, harga cabai rawit merah di Ponorogo masih relatif lebih tinggi dibanding daerah lain di Jawa Timur.
Selain cabai rawit merah, beberapa jenis cabai lain di Ponorogo juga mengalami kenaikan harga meskipun tidak terlalu signifikan. Berdasarkan pantauan harga pasar:
* Cabai Merah Keriting naik dari Rp27.500 menjadi Rp28.000/kg
* Cabai Merah Besar naik dari Rp23.500 menjadi Rp24.000/kg
* Cabai Rawit Merah naik dari Rp105.000 menjadi Rp107.500/kg
Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran, di mana kebutuhan bahan dapur seperti cabai biasanya meningkat untuk keperluan memasak berbagai hidangan khas hari raya.
Secara umum, harga cabai memang termasuk komoditas hortikultura yang sangat fluktuatif. Selain dipengaruhi permintaan, harga juga sangat bergantung pada kondisi pasokan dari daerah sentra produksi serta faktor cuaca yang mempengaruhi hasil panen.
Pada periode Ramadan hingga menjelang Idulfitri, permintaan cabai biasanya meningkat karena konsumsi rumah tangga dan usaha kuliner bertambah. Hal ini sering memicu kenaikan harga meskipun di beberapa daerah terjadi penambahan pasokan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan harga bahan pokok melalui sistem pemantauan seperti Siskaperbapo.
Data ini digunakan untuk memastikan ketersediaan pasokan sekaligus mengantisipasi lonjakan harga yang terlalu tinggi menjelang hari besar keagamaan.
Meski demikian, masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan agar stabilitas harga di pasar tetap terjaga hingga Idulfitri.
Dengan kondisi saat ini, cabai masih menjadi salah satu komoditas yang paling diperhatikan pergerakan harganya selama Ramadan, terutama di daerah dengan harga relatif tinggi seperti Ponorogo.
Jelang Idulfitri, Harga Cabai di Ponorogo Masih Tertinggi di Jatim, Meski Sempat Turun





