AswajaNews – Ramadhan selalu menghadirkan suasana yang berbeda di berbagai sudut kota, termasuk di Kabupaten Ponorogo. Menjelang waktu berbuka puasa, banyak warga berburu takjil atau makanan ringan untuk menemani momen berbuka bersama keluarga.
Salah satu kuliner yang kini mulai mencuri perhatian para pecinta jajanan tradisional adalah Martabak Sudimoro, sebuah lapak martabak khas Madura yang dikenal dengan cita rasa unik dan harga yang sangat terjangkau.
Sejak mulai beroperasi pada tahun 2023, Martabak Sudimoro perlahan menjadi salah satu destinasi kuliner favorit masyarakat, terutama saat bulan suci Ramadan. Berlokasi di kawasan Jalan Terate atau Jalan Panjaitan di wilayah Siman, Ponorogo, lapak sederhana ini hampir setiap sore ramai didatangi pembeli yang ingin mendapatkan martabak gurih dengan cita rasa khas.
Selama bulan Ramadan, penjual mulai membuka lapak sekitar pukul 13.00 WIB hingga dagangan habis terjual. Waktu buka yang lebih awal ini memudahkan masyarakat untuk membeli martabak sebagai menu takjil atau camilan berbuka puasa.
Martabak yang dijual di tempat ini dikenal sebagai martabak khas Madura dengan ciri utama pada isiannya yang beragam serta sambal petis khas Sudimoro yang menjadi pembeda utama dari martabak pada umumnya.
Bahkan, kuliner ini disebut sebagai martabak Madura pertama dan satu-satunya di Ponorogo yang menghadirkan sensasi rasa petis autentik. Perpaduan rasa gurih dari kulit martabak yang digoreng renyah dengan isian bihun dan berbagai topping menjadikan jajanan ini terasa begitu menggugah selera, terutama setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Pilihan varian isi yang ditawarkan juga cukup beragam sehingga pembeli bisa menyesuaikan dengan selera masing-masing. Beberapa varian yang tersedia antara lain martabak bihun, bihun usus, bihun tetelan, bihun ati ampela, bihun kulit dan variasi lainnya, yang semuanya diolah dengan bumbu khas.
Setiap potong martabak disajikan dengan sambal petis yang lezat, secara keseluruhan martabak ini memiliki karakter rasa manis, gurih, serta sedikit pedas yang terasa ringan di lidah. Kombinasi rasa tersebut membuat martabak ini terasa “nampol”, namun tetap nyaman dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Menariknya lagi, harga yang ditawarkan sangat ramah di kantong. Setiap potong martabak dijual mulai dari Rp3.000 dan akan berbeda setiap variasi rasanya, sehingga pembeli bisa menikmati jajanan tradisional yang lezat tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Selain dijual dalam kondisi siap santap, Martabak Sudimoro juga menghadirkan inovasi dengan menyediakan kemasan frozen. Dengan kemasan ini, martabak dapat disimpan terlebih dahulu dan digoreng kembali saat ingin disajikan. Produk frozen tersebut bahkan dapat dikirim ke luar kota, sehingga pelanggan dari daerah lain pun tetap bisa menikmati cita rasa martabak khas ini.
Kesederhanaan konsep, harga yang terjangkau, serta rasa autentik yang khas menjadikan kuliner ini semakin diminati, terutama saat bulan Ramadan ketika tradisi berburu takjil menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.





