AswajaNews – Di saat banyak wisatawan berburu destinasi populer yang ramai di media sosial, sebagian lainnya justru mencari tempat yang lebih tenang, alami, dan belum terlalu padat.
Siapa sangka, di kawasan perbukitan Girimarto tersimpan destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda: telaga jernih, rakit sampan, hingga trekking menuju air terjun alami dalam satu kawasan. Candi Muncar kini menjelma menjadi magnet wisata alam yang layak masuk daftar kunjungan pecinta suasana tenang dan petualangan ringan.
Berada di Desa Bubakan, Kecamatan Girimarto, Candi Muncar menghadirkan lanskap telaga seluas kurang lebih 4.000 meter persegi yang dikelilingi perbukitan hijau. Airnya yang jernih memantulkan langit dan pepohonan di sekelilingnya, menciptakan panorama yang terasa sejuk sejak langkah pertama memasuki area wisata.
Dahulu waduk ini dibangun sebagai proyek irigasi pada 1976 dan diresmikan setahun kemudian, namun kini wajahnya berubah menjadi ruang rekreasi alam yang fotogenik sekaligus menenangkan.
Begitu tiba di lokasi, pengunjung langsung disambut hamparan air tenang yang dipenuhi ikan nila dan koi berwarna-warni. Aktivitas sederhana seperti memberi pakan ikan menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak. Interaksi langsung dengan ikan di tepi telaga menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberi sentuhan edukatif tentang ekosistem perairan.
Sensasi wisata semakin lengkap dengan keberadaan rakit sampan yang bisa disewa untuk mengelilingi telaga. Dengan tarif terjangkau, pengunjung dapat mendayung sendiri atau meminta bantuan pengemudi lokal.
Mengayuh perlahan di atas air yang tenang sambil menikmati angin perbukitan menjadi momen yang kerap diabadikan dalam foto dan video. Dari atas sampan, sudut pandang terhadap lanskap sekitar terasa lebih luas dan intim, seolah membawa wisatawan menyatu dengan alam.
Bagi pencinta petualangan, kawasan ini juga menjadi pintu gerbang menuju Air Terjun Muncar yang berada lebih jauh di dalam perbukitan. Perjalanan menuju air terjun membutuhkan trekking sekitar satu jam melalui jalur setapak yang menantang.
Rute ini melewati tanjakan, jalur bebatuan, hingga beberapa aliran sungai dangkal. Meski memerlukan stamina dan kehati-hatian, panorama sepanjang perjalanan menawarkan pemandangan alam yang masih asri dan jarang tersentuh keramaian.
Air Terjun Muncar sendiri memiliki dua tingkatan. Tingkat pertama menghadirkan aliran air yang relatif landai dan cocok untuk bermain air setelah perjalanan panjang. Sementara tingkat kedua menawarkan tantangan lebih bagi pengunjung yang ingin naik melalui jalur terjal dengan bantuan tali. Perpaduan suara gemericik air, rimbunnya vegetasi, dan udara segar pegunungan menciptakan suasana yang sulit ditemukan di tengah hiruk pikuk kota.
Untuk menikmati seluruh pengalaman tersebut, pengunjung hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang. Biaya parkir pun relatif terjangkau, sehingga destinasi ini ramah bagi wisatawan dengan berbagai anggaran. Kawasan wisata dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
Telaga yang tenang, aktivitas air yang santai, serta trekking menuju air terjun menjadikan destinasi ini paket lengkap bagi wisatawan yang ingin merasakan perpaduan relaksasi dan petualangan. Bagi pencinta wisata alam yang mencari suasana berbeda dan belum terlalu ramai, Candi Muncar adalah jawaban yang layak untuk dijelajahi.





