Aswajanews – Menguatkan tali silaturahmi di bulan suci, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Mlarak kembali menggelar agenda rutin Safari Ramadhan. Kali ini, giliran Ranting NU Gandu yang menjadi tuan rumah, bertempat di Musholla Al-Marwi pada Ahad malam Senin, 11 Ramadhan 1447 H (1 Maret 2026).
Acara diawali dengan pelaksanaan shalat Isya dan Tarawih berjamaah yang berlangsung khusyuk. Bertindak sebagai imam adalah KH. Slamet Purnomo, SH, yang memimpin jamaah dalam suasana penuh kekhidmatan.
Setelah rangkaian shalat sunnah Tarawih usai, kegiatan dilanjutkan dengan kuliah Ramadhan yang disampaikan oleh Dr. Sahrudin, M.Pd, perwakilan jajaran pengurus MWC NU Mlarak.
Dalam tausiyahnya, Dr. Sahrudin mengingatkan jamaah bahwa kesempatan beribadah di tahun ini adalah buah dari doa yang dipanjatkan sejak dua bulan lalu.
”Kita sering memanjatkan doa ‘Waballighna Romadhona’—Sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan. Malam ini, Allah telah mengabulkan doa tersebut. Maka, sudah sepatutnya kita syukuri dengan maksimal,” tutur beliau.
Beliau memaparkan tiga keistimewaan utama bulan suci ini berdasarkan hadits Nabi:
- Dibukanya pintu-pintu Surga.
- Ditutupnya pintu-pintu Neraka.
- Dibelenggunya setan-setan.
”Mumpung berada di bulan yang sangat istimewa ini, mari kita lipatgandakan amal ibadah. Jangan biarkan momen ini berlalu tanpa bekas,” ajak Dr. Sahrudin kepada para jamaah.
Ketua Ranting NU Gandu, K.Tantowi Muid, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi kepada para warga. Ia mencatat bahwa Musholla Al-Marwi selalu dipadati jamaah sepanjang sepuluh hari pertama Ramadhan.
”Saya sangat mengapresiasi semangat para jamaah yang selalu memenuhi Musholla Al-Marwi. Harapan kami, keramaian dan semangat ibadah ini tidak hanya berhenti saat Idul Fitri tiba, tetapi terus berlanjut secara istiqomah di bulan-bulan berikutnya,” ujar K. Tantowi.
Kegiatan Safari Ramadhan ini diharapkan dapat mempererat koordinasi antara pengurus MWC NU Mlarak dengan basis jamaah di tingkat ranting, sekaligus menjadi sarana konsolidasi organisasi yang menyentuh langsung akar rumput. (iim)





