Sejarah Kota Mojokerto: Dari Status Kolonial hingga Kota Modern

AswajaNews – Kota Mojokerto memiliki sejarah panjang yang bermula dari masa kolonial hingga berkembang menjadi salah satu kota penting di Provinsi Jawa Timur. Sejarah kota ini tidak hanya merefleksikan perjalanan administratif, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial dan peran wilayah ini dalam konteks pemerintahan lokal.

Awal Pembentukan Kota Mojokerto

Perjalanan pembentukan Kota Mojokerto dimulai pada masa kolonial Belanda. Pada tanggal 20 Juni 1918, wilayah ini mendapatkan status staadsgemeente — istilah Belanda untuk kota dengan pemerintahan sendiri — melalui keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda Nomor 324 Tahun 1918. Keputusan inilah yang kemudian diperingati sebagai Hari Jadi Kota Mojokerto setiap 20 Juni.

Selama Pendudukan Jepang pada Perang Dunia II (8 Mei 1942 – 15 Agustus 1945), Mojokerto berstatus Sidan yang dipimpin oleh seorang Si Ku Cho. Pada masa revolusi nasional (1945–1950), pemerintahan kota menjadi bagian dari Pemerintah Kabupaten Mojokerto di bawah komando wakil wali kota dan Komite Nasional Daerah.

Perubahan Status Administratif

Seiring perjalanan waktu, status administratif Mojokerto mengalami beberapa perubahan:

  1. 14 Agustus 1950: Ditetapkan sebagai Daerah Otonomi Kota Kecil berdasarkan Undang‑Undang Nomor 17 Tahun 1950.
  2. 1957: Berubah menjadi Kota Praja menurut Undang‑Undang Nomor 1 Tahun 1957.
  3. 1965: Status berubah menjadi Kotamadya Mojokerto sesuai Undang‑Undang Nomor 18 Tahun 1965.
  4. 1974: Menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II berdasarkan Undang‑Undang Nomor 5 Tahun 1974.
  5. 1999: Dengan diberlakukannya Undang‑Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, nomenklatur berubah menjadi Pemerintah Kota Mojokerto, sebagaimana dikenal saat ini.

Identitas dan Letak Geografis

Mojokerto terletak sekitar 50 kilometer barat daya Surabaya, ibu kota Jawa Timur. Meskipun merupakan salah satu kota dengan luas wilayah kecil — yakni sekitar 20,48 km² — kota ini memiliki peran strategis secara administratif, ekonomi, dan sosial. Secara topografis, wilayahnya berada di dataran rendah dengan ketinggian rata‑rata sekitar 22 meter di atas permukaan laut.

Peringatan Hari Jadi Kota Mojokerto

Setiap 20 Juni diperingati sebagai hari jadi Kota Mojokerto, menandai tonggak bersejarah sejak pertama kali wilayah ini diberi status pemerintahan sendiri pada masa kolonial. Peringatan ini menjadi ajang refleksi sejarah sekaligus semangat pembangunan.

Sejarah Kota Mojokerto menunjukkan transformasi dari daerah administratif kolonial menjadi pemerintahan kota modern yang terus berkembang. Perubahan status yang berulang mencerminkan dinamika kebijakan pemerintahan Indonesia dari masa kolonial hingga era otonomi daerah saat ini.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penguatan IHSG Menduduki Rekor Tertinggi Simak Beberapa Peran Penting Danantara

SITUS GACOR

slot88

rokokbet

situs gacor

slot88

rokokbet

SLOT88

slot gacor hari ini

Slot Gacor

LINK GACOR

Slot Resmi

SLOT88

SLOT88

SITUS GACOR

Slot Dana

https://bsj.uowasit.edu.iq/

Situs Toto

SITUS TOTO

Situs Toto

Situs Toto

TOTO 4D

TOTO 4D

Slot Dana

Slot Gacor

https://apcoreonlinejournal.org/

Slot Resmi

FOR4D