Aswajanews – Menunggu waktu berbuka puasa tak selalu harus di pusat keramaian. Bagi Anda yang ingin ngabuburit dengan suasana tenang sekaligus sarat nilai sejarah, kompleks Makam Astana Srandil bisa menjadi pilihan menarik.
Berlokasi di Desa Srandil, Kecamatan Badegan, tempat ini berjarak sekitar tujuh kilometer dari pusat Kota Ponorogo. Akses menuju lokasi pun relatif mudah dijangkau kendaraan roda dua maupun roda empat.
Astana Srandil merupakan kompleks pemakaman para tokoh penting dari Kabupaten Sumoroto. Pada masa lampau, wilayah Ponorogo terbagi menjadi tiga bagian, yakni Kabupaten Sumoroto di wilayah barat, Kabupaten Kutho Wetan di kota lama, serta Kabupaten Polorejo di bagian utara.
Sejumlah tokoh yang dimakamkan di sini antara lain Raden Mertokusumo, Raden Mas Brotodirjo (Bupati Sumoroto III), Mas Adipati Brotodiningrat, Warok Suromenggolom, hingga Eyang Potromenggolo. Keberadaan makam para leluhur tersebut menjadikan Astana Srandil sebagai salah satu situs bersejarah yang dihormati masyarakat setempat.
Tak hanya nilai historisnya, arsitektur di kawasan ini juga menarik perhatian. Gerbang kompleks masih berbentuk candi dengan nuansa klasik. Area pemakaman pun memperlihatkan perpaduan ciri khas budaya Hindu dan Islam, mencerminkan akulturasi yang berkembang pada masanya.
Menjelang senja, suasana di sekitar makam terasa teduh dan syahdu. Pepohonan rindang serta udara yang sejuk membuat tempat ini cocok untuk refleksi diri sambil menanti azan magrib berkumandang.
Jika Anda ingin ngabuburit yang berbeda—lebih tenang, penuh makna, dan bernuansa sejarah—Astana Srandil layak masuk daftar kunjungan.





