MERAJUT KEMBALI BENANG YANG TERURAI: MENJAGA UKHUWAH ISLAMIYAH DI ERA MODERN

Oleh : Eko Priaji, S.I.P., M.A.P. (Ketua PAC ISNU Badegan dan Kasi Pemerintahan Desa Karangjoho Kecamatan Badegan

*********

Ukhuwah Islamiyah bukan sekadar jargon keagamaan, melainkan fondasi eksistensial bagi umat Muslim. Secara bahasa, ukhuwah berakar dari kata yang berarti “saudara”, menyiratkan bahwa ikatan antar sesama Muslim idealnya sekuat ikatan darah. Di tengah gempuran polarisasi digital dan perbedaan pandangan politik yang kian tajam, menjaga persaudaraan menjadi tantangan yang masif. Kita sering kali terjebak dalam fanatisme golongan yang melupakan esensi bahwa setiap mukmin adalah bangunan yang saling menguatkan.

Rasulullah SAW bersalam sebuah hadits populer menegaskan:

إِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

“Seorang mukmin dengan mukmin lainnya seperti satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lain.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Kesadaran akan kesatuan ini seharusnya menjadi imunitas bagi umat agar tidak mudah terpecah belah oleh isu sepele. Pendahuluan ini mengajak kita merenung: sejauh mana kita telah memberikan ruang maaf bagi saudara kita? Ukhuwah memerlukan pemeliharaan yang konsisten, bukan hanya saat situasi damai, tetapi justru diuji saat terjadi perbedaan. Tanpa ukhuwah yang kokoh, energi umat akan habis untuk konflik internal, meninggalkan agenda-agenda besar kemanusiaan dan peradaban. Oleh karena itu, memahami ukhuwah sebagai kewajiban syar’i—bukan sekadar pilihan sosial—adalah langkah awal untuk menciptakan tatanan masyarakat yang harmonis dan penuh berkah.

Resolusi Konflik Berbasis Nilai Ramadhan

Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan madrasah terbaik untuk resolusi konflik. Di dalam bulan suci ini, terdapat nilai Iman (keyakinan) dan Ihtisab (instrospeksi) yang memaksa setiap individu untuk menundukkan ego atau ananiah. Konflik sering kali berakar dari kesombongan diri yang merasa paling benar. Nilai puasa mengajarkan self-regulation atau pengendalian diri yang ketat. Jika kita mampu menahan hal yang halal (makan dan minum) demi perintah Allah, maka secara logika kita harus lebih mampu menahan hal yang haram, seperti mencela, memfitnah, atau memutus silaturahmi.

Resolusi konflik dalam perspektif Ramadhan dimulai dengan pembersihan hati (Tazkiyatun Nafs). Ketika hati bersih dari rasa dengki, maka dialog yang jujur bisa tercipta. Rasulullah SAW bersabda:

لا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أنْ يَهْجُرَ أخاهُ فَوْقَ ثَلاثِ لَيالٍ، يَلْتَقِيانِ فَيُعْرِضُ هَذا ويُعْرِضُ هَذا، وخَيْرُهُما الَّذِي يَبْدَأُ بِالسَّلامِ

Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari. Mereka berdua bertemu tapi saling memalingkan wajah, dan yang terbaik adalah yang lebih dahulu memulai salam. (HR. Muslim).

Ramadhan memberikan momentum “gencatan senjata” psikologis. Tradisi buka puasa bersama atau shalat tarawih berjamaah adalah sarana fisik untuk meleburkan sekat-sekat perbedaan. Nilai keberkahan dalam berjamaah mengajarkan bahwa hasil kolektif jauh lebih mulia daripada kemenangan pribadi dalam sebuah argumen.

Lebih lanjut, sifat Lurahma (kasih sayang) yang diasah melalui zakat dan sedekah di bulan Ramadhan menumbuhkan empati. Resolusi konflik terjadi ketika seseorang mampu melihat masalah dari perspektif saudaranya. Dengan mempraktikkan nilai shiyam (menahan diri), kita belajar untuk tidak reaktif terhadap provokasi. Alih-alih membalas api dengan api, nilai Ramadhan mengajarkan kita untuk memadamkannya dengan air kesabaran. Konflik yang diselesaikan dengan basis nilai ini tidak hanya berakhir pada perdamaian di atas kertas, tetapi juga pemulihan ikatan batin yang tulus karena semata-mata mengharap ridha Allah SWT.

Prinsip Ishlah (Rekonsiliasi)

Ishlah adalah upaya aktif untuk memperbaiki hubungan yang rusak. Dalam Islam, menjadi pihak yang melakukan rekonsiliasi memiliki derajat yang sangat tinggi, bahkan melebihi ibadah-ibadah sunnah tertentu. Prinsip utama ishlah adalah keadilan dan ketulusan. Ishlah tidak boleh dilakukan dengan menekan salah satu pihak atau menyembunyikan kebenaran, melainkan dengan mencari titik tengah yang maslahat bagi kedua belah pihak.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 10:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”

Prinsip pertama ishlah adalah Tabayyun (Verifikasi). Sebelum mendamaikan, seorang mediator harus memastikan informasi yang diterima valid agar tidak memperkeruh suasana. Kedua adalah Prinsip Menutup Aib. Dalam proses rekonsiliasi, segala kesalahan masa lalu yang tidak relevan harus dikubur dalam-dalam demi masa depan hubungan yang lebih baik. Ketiga adalah Mendahulukan Pemaafan. Ishlah akan buntu jika setiap pihak tetap memelihara dendam.

Nabi Muhammad SAW memberikan teladan luar biasa saat Fathu Makkah, di mana beliau melakukan ishlah massal dengan memaafkan penduduk Makkah yang dulu menyakitinya. Ishlah yang efektif membutuhkan kerendahan hati untuk mengakui kesalahan dan kebesaran jiwa untuk memberi maaf.

Selain itu, ishlah juga harus berbasis pada kemaslahatan umum. Jika konflik antara dua orang atau kelompok dibiarkan, dampaknya akan meluas ke masyarakat (fitnah). Oleh karena itu, prinsip ishlah dalam Islam bukan sekadar “berdamai secara formal”, tetapi mengembalikan rasa cinta (mahabbah). Rekonsiliasi yang tuntas adalah ketika kedua belah pihak dapat kembali berdiri sejajar tanpa ada rasa canggung atau curiga. Inilah esensi dari ukhuwah yang hakiki, di mana perbedaan tidak dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai rahmat yang harus dikelola dengan kebijakan dan kasih sayang.

Ukhuwah Islamiyah adalah ruh bagi kehidupan umat Muslim yang harus dijaga dengan komitmen penuh. Persaudaraan ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara alami tanpa usaha, melainkan hasil dari perjuangan melawan ego dan nafsu. Melalui nilai-nilai yang dipetik dari madrasah Ramadhan, kita diajarkan bahwa pengendalian diri dan empati adalah kunci utama dalam meredam setiap percikan konflik. Konflik memang manusiawi, namun membiarkannya berlarut-larut adalah sebuah pengkhianatan terhadap prinsip dasar iman.

Ishlah atau rekonsiliasi hadir sebagai solusi syar’i untuk menjahit kembali robekan-robekan sosial yang terjadi akibat perbedaan pendapat. Dengan mengedepankan tabayyun, keadilan, dan pemberian maaf, ukhuwah yang retak dapat kembali utuh bahkan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Kesimpulan utamanya adalah bahwa kekuatan umat Islam tidak terletak pada jumlahnya yang banyak, melainkan pada seberapa rapat barisan dan hati mereka terpaut satu sama lain. Tanpa adanya ukhuwah, keberadaan kita sebagai umat terbaik (khairu ummah) hanya akan menjadi catatan sejarah tanpa realita.

Sebagai langkah konkret, setiap individu Muslim hendaknya mulai membiasakan diri untuk melakukan introspeksi sebelum menghakimi orang lain. Jangan biarkan media sosial menjadi ladang dosa dengan menyebarkan narasi perpecahan. Kita harus proaktif menjadi “juru damai” di lingkungan terkecil kita, baik itu di keluarga, kantor, maupun komunitas. Jika terjadi perselisihan, segeralah menginisiasi komunikasi sebelum melampaui batas tiga hari, sesuai dengan pesan Rasulullah SAW.

Pemerintah dan tokoh agama juga perlu terus menggaungkan literasi moderasi beragama dan pentingnya ishlah dalam setiap forum. Mari kita jadikan setiap perbedaan sebagai ruang untuk berdialog, bukan ruang untuk saling menjauh. Selalu ingat bahwa di balik perbedaan mazhab, politik, atau status sosial, kita masih bersujud ke arah kiblat yang sama dan mengagungkan Tuhan yang sama. Marilah kita saling mendoakan kebaikan bagi sesama Muslim, karena doa yang tulus tanpa sepengetahuan orang yang didoakan adalah salah satu cara terlembut untuk menjaga keutuhan ukhuwah.

Wallahul muwaffiq ila aqwamit-thariiq 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Penguatan IHSG Menduduki Rekor Tertinggi Simak Beberapa Peran Penting Danantara

SITUS GACOR

slot88

rokokbet

situs gacor

slot88

rokokbet

SLOT88

slot gacor hari ini

Slot Gacor

LINK GACOR

Slot Resmi

SLOT88

SLOT88

SITUS GACOR

Slot Dana

https://bsj.uowasit.edu.iq/

Situs Toto

SITUS TOTO

Situs Toto

Situs Toto

TOTO 4D

TOTO 4D

Slot Dana

Slot Gacor

https://apcoreonlinejournal.org/

Slot Resmi

FOR4D