AswajaNews – Berbicara tentang pariwisata Jawa Timur, tak lengkap rasanya tanpa membahas Tari Jejer Gandrung.
Sebagai maskot identitas Kabupaten Banyuwangi, tarian ini bukan sekadar gerak tubuh, melainkan simbol keramahan dan kekayaan sejarah masyarakat Blambangan yang kini telah menjadi daya tarik wisata nasional.
Secara etimologis, “Gandrung” berarti terpesona atau jatuh cinta. Pada mulanya, tarian ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat agraris kepada Dewi Sri (Dewi Padi) atas hasil panen yang melimpah.
Seiring berjalannya waktu, Tari Jejer Gandrung ditetapkan sebagai tari penyambutan tamu kehormatan.
Jejer merupakan bagian pembuka dari seluruh rangkaian pementasan Gandrung Banyuwangi yang sarat akan nilai estetika dan magis.
Kualitas pementasan tari ini mencapai puncaknya melalui gelaran kolosal Gandrung Sewu. Acara ini melibatkan ribuan penari di bibir Pantai Boom dan secara konsisten terpilih dalam Karisma Event Nusantara (KEN) oleh Kementerian Pariwisata RI.
Hal ini membuktikan bahwa Jejer Gandrung memiliki nilai jual tinggi bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terus mendorong pelestarian seni tradisional ini.
Kini, wisatawan dapat dengan mudah menemukan jadwal pementasan Tari Jejer Gandrung melalui platform TIC Digital Nusantara.
Tari Jejer Gandrung adalah perpaduan sempurna antara sejarah, seni, dan promosi daerah. Bagi Anda yang merencanakan liburan ke Banyuwangi, menyaksikan pementasan ini adalah pengalaman wajib untuk merasakan atmosfer magis “The Sunrise of Java”.***





