Aswajanews – Di ujung timur Kabupaten Wonogiri, tersembunyi sebuah destinasi alam yang belum banyak tersentuh keramaian: Bukit Cumbri. Dijuluki “Bukit Surga”, tempat ini tak hanya menawarkan panorama memukau, tetapi juga suasana tenang yang cocok untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa.
Berada di ketinggian sekitar 638 meter di atas permukaan laut, Bukit Cumbri menyuguhkan lanskap perbukitan yang luas dan memanjakan mata. Dari puncaknya, pengunjung dapat menyaksikan gagahnya Gunung Lawu berdiri di kejauhan, berpadu dengan hamparan Pegunungan Seribu yang membentang hijau. Saat sore hari, suasana di atas bukit terasa begitu syahdu. Sinar matahari yang mulai condong ke barat menciptakan gradasi warna jingga keemasan—momen yang pas untuk ngabuburit sambil menikmati semilir angin pegunungan.
Ngabuburit di Bukit Cumbri menawarkan pengalaman berbeda dibandingkan suasana perkotaan. Tak ada hiruk-pikuk kendaraan, hanya suara angin dan percakapan ringan sesama pendaki. Pengunjung bisa duduk santai di puncak, menggelar tikar sederhana, atau mengabadikan momen senja bersama keluarga dan sahabat.
Untuk mencapai puncak, pengunjung memang perlu melakukan pendakian ringan. Namun jalurnya relatif ramah bagi pemula, dengan medan yang tidak terlalu ekstrem. Salah satu akses populer adalah melalui Jalur Pager Ukir di wilayah perbatasan Ponorogo–Wonogiri. Waktu tempuhnya pun cukup singkat, sehingga masih memungkinkan untuk naik pada sore hari dan turun menjelang azan magrib.
Bagi yang ingin merasakan ngabuburit dengan nuansa alam terbuka dan panorama spektakuler, Bukit Cumbri bisa menjadi pilihan inspiratif. Menanti waktu berbuka di atas ketinggian, ditemani langit senja dan siluet pegunungan, tentu menjadi pengalaman Ramadan yang tak terlupakan.





